Gas 3 Kg Terbatas, Lis Minta Pertamina Transparan

by -267 views
by
Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah SH
Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah SH
Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah SH
Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah SH

Tanjungpinang, (MK) – Terbatasnya jumlah gas 3 Kg dalam tiga hari terakhir ini di Tanjungpinang, Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah meminta Pertamina lebih transparan dan menyampaikan kondisi yang sebenarnya kepada publik.

“Pada Jum’at dan Sabtu lalu, masyarakat kesulitan mendapatkan gas LPG 3kg. Hal ini disebabkan gas di agen yang disebarkan pada sub agen resmi maupun tidak resmi stoknya dikurangi oleh Pertamina dari jumlah biasanya,” papar Lis, Rabu (6/9/2017).

Selain itu, hal ini juga terkait dengan isu akan beralihnya pemakaian gas 3 kg ke gas 5,5 kg.

“Sekarang ini belum saatnya kita melakukan peralihan dari 3kg ke 5,5 kg melihat kondisi ekonomi masyarakat seperti ini,” ujar Lis.

Dia mengutarakan, peralihan gas LPG sebaiknya dilakukan secara bertahap bukan secara spontan. Disamping itu juga jangan sampai membuat kebijakan yang menyulitkan masyarakat. Dirinya juga mendapat laporan suntikan LPG gas 3Kg ke 12Kg oleh oknum – oknum tertentu.

“Saya harapkan, pihak kepolisian untuk segera menindak lanjuti karena adanya pelanggaran dan saya harap agar tidak terulang lagi,” ucap Lis.

Dengan adanya isu peralihan tersebut orang berbondong – bondong membeli gas, namun mulai dari Selasa semalam sudah dilakukan operasi pasar dan kondisinya sudah normal kembali seperti biasa.

Lis juga sudah meminta Dinas Perdagangan, Ekonomi dan Kepolisian untuk melakukan sidak baik ke agen resmi maupun tidak resmi termasuk juga gas – gas subsidi yang disuntik ke gas non subsidi.

“Selain itu, saya juga sudah meminta kepada Tim Pengendalian Inflasi Daerah untuk mengambil langkah – langkah konkrit terkait gas LPG dan juga hal – hal lain yang berimbas kepada ekonomi karena akan berpengaruh kepada inflasi daerah kita,” kata Lis.

Lis mengharapkan gas 3kg benar – benar dimanfaatkan untuk masyarakat. Sedangkan, masyarakat ekonomi ke atas hendaklah memakai gas 5.5kg.

Sementara itu Kepala Bagian Ekonomi DR. H. Muhamad Amin SE,MM mengatakan saat ini Tanjungpinang belum terjadi kelangkaan gas elpiji. Bisa dikatakan langka apabila di seluruh kecamatan yang ada di Kota Tanjungpinang gas tersebut tidak beredar lagi, tetapi kondisi yang terjadi dari empat kecamatan dengan 3 agen besar sebagian kekurangan, tapi sebagian tempat lagi masih tersedia pasokan gas LPG – nya.

“Sesuai arahan bapak Wali Kota, kami dari tim pengendalian inflasi daerah Kota Tanjungpinang sudah mengambil langkah – langkah konkrit antara lain menyurati Pertamina untuk bisa menjamin suplay gas elpiji di agen dan dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Tanjungpinang,” ujarnya.

Selain itu, juga meminta agar Pertamina mengatur manajemen distribusi baik, agar stok terus terjaga mengingat pendistribusian tidak dilakukan pada hari libur. Diharapkan juga pihak Pertamina melakukan konfirmasi dan koordinasi dengan Pemko Tanjungpinang jika terdapat perubahan kebijakan yang berdampak pada pendistribusian LPG.

Amin menambahkan, Pertamina juga perlu melakukan antisipasi pengoplosan dari 3 kg ke 5,5 kg atau 12 kg.

“Pemko Tanjungpinang dan Pertamina sama – sama melakukan pengawasan untuk mengantisipasi pengoplosan,” ucap Amin.

Sejak Selasa dan hari ini Rabu (6/9/2017) operasi pasar masih berlangsung. Pertamina juga melakukan penambahan 50 persen pada 3 agen, dari stok biasa dan dilakukan operasi pasar.

Operasi pasar sejak Selasa dan hingga Rabu masih berlangsung pada dua titik yakni SPBU Km 3 mulai pukul 09.00 WIB oleh agen PT. Bumi Kharisma sebanyak 2 LO, PT. Mulia Bintan Sejahtera SPBU Km 7 sebanyak 1 LO juga dimulai pukul 09.00 WIB. 1 LO ukurannya sebanyak 500 tabung gas LPG pada 1 truk. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.