Lingga, (MK) – Rusaknya jembatan penyeberangan akibat hantaman angin puting beliung pada 6 Desember 2017 lalu, membuat akses penyeberangan masyarakat Desa Marok Tua Kecamatan Singkep Barat Kabupaten Lingga harus menggunakan jasa angkutan perahu untuk menyeberang ke kecamatan.
Dari laporan Danposmat, Aliyas yang bertugas terkait terputusnya jembatan penghubung antara desa dengan kecamatan, mendapat perhatian serius oleh Danlanal Dabo Singkep, Letkol Laut P Agus Yudho Kristianto.
“Kami segenap jajaran TNI AL dibawah Komando Danlanal Dabo Singkep turun bersama menyerahkan bantuan pinjam pakai dua unit perahu karet Kamla lengkap dengan mesin dan peralatan lainnya termasuk dua anggota sebagai juru mudi untuk melayani penyeberangan warga yang sifatnya darurat seperti ibu – ibu hamil yang bermasalah saat mau melahirkan dan para lansia yang sakitnya parah dan harus dirujuk ke RSUD Dabo ataupun luar Dabo,” papar Danlanal Dabo Singkep melalui Pasintel Lanal Dabo Singkep, Eko, Rabu (3/1/2018).
Masih kata Eko, yang tak kalah pentingnya melayani penyeberangan anak – anak sekolah yang setiap hari harus menambahkan pengeluaran uang jajan mereka dengan ongkos penyeberangan untuk masuk sekolah. Belum lagi guru honorer yang katanya pahlawan tanpa tanda jasa dengan penghasilan sangat minim per bulannya.
“Harus merogoh saku mereka juga demi berbagi ilmu pada anak didik mereka. Bantuan pinjam pakai perahu karet ini kita serah langsung ke Saparudin selaku kades bertempat di perahu karet Kamla di area jembatan penghubung yang rusak tersebut,” ujarnya.
Pasintel Eko menambahkan, banyak lagi hal lain yang membuat pihaknya terpanggil membantu pinjam pakai dua unit perahu karet Kamla yang berkapasitas angkut 27 orang ini dan dalam waktu dekat juga akan diserahkan dua unit lagi.
“Hal ini mengingat jembatan penghubung yang rusak parah sekarang ini, merupakan akses utama aktivitas masyarakat,” ucapnya.
Dia mengutarakan, memang ini agak terlambat karena baru dua pekan ini pihaknya menerima laporan dari Danposmat yang kebetulan juga sekarang ini hubungan kontak via telepon lagi bermasalah jaringan seluler untuk Desa Marok Tua.
“Tambah lagi, kita buat laporan izin pimpinan juga. Mengingat perahu karet yang kami pinjam pakai ini sebagai transportasi penyebrangan warga masyarakat adalah aset negara dimana perahu karet ini juga kita pinjam pakai kepada masyarakat Desa Marok Tua sampai jembatan penghubung ini siap dibangun nanti,” katanya. (NAZILI)
