Tanjungpinang, (MK) – Disaat liburan sekolah, masih terlihat anak – anak yang masih dibawah umur menjajakan koran di Jalan DI Panjaitan KM 9 Tanjungpinang.
Meski pada Kamis (5/5) siang itu panas terik, anak laki – laki yang masih duduk dibangku sekolah itu tetap berkeliling sambil membawa koran ke dalam kedai kopi yang ada di sekitar Bintan Centre KM 9 Tanjungpinang.
Satu persatu kedai kopi didatanginya sambil menjajakan koran kepada masyarakat yang sedang menikmati kopi di masing – masing kedai tersebut. “Koran Om, 2000 saja,” ucap salah satu anak penjajakan koran itu dengan wajahnya yang sedikit terlihat kelelahan.
Dengan rasa iba, masyarakat pun tak sedikit memberi uang kepada anak penjaja koran tersebut. Namun, anak itu tidak mau menerimanya. Mereka mau menerima dengan menukar koran yang dijajakannya.
Dengan masih adanya anak dibawah umur yang berkeliaran dijalanan sambil menjual koran, Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepulauan Riau menghimbau orang tua dan pihak media untuk tidak mempekerjakan anak dibawah umur.
“Kami menghimbau kepada orang tua, pemilik media untuk tidak mempekerjakan anak. Apapun alasannya, anak merupakan tanggungjawab orang tua untuk memenuhi kebutuhannya,” papar Ketua KPPAD Provinsi Kepri, Muhammad Faizal SH kepada MetroKepri.co.id melalui sambungan telepon selulernya, Jumat (6/5).
Dia mengutarakan, bukan anak yang diminta untuk memenuhi kebutuhan hidup orang tua. Pihaknya juga menemukan alasan terkait anak menjajakan koran tersebut.
“Kami menemukan ada faktor kesengajaan orang tua yang menyuruh anaknya untuk menjajakan koran atau bekerja hanya sekedar mengharap iba/ kasihan dari masyarakat,” ucap Faizal.
Hal ini, kata dia, menjadi alasan bagi orang tua untuk mengeksploitasi anak secara ekonomi. Anak dijadikan tulungpunggung pemenuhan kebutuhannya sendiri dan orang tuanya.
“Kepada media, kami menghimbau jangan melibatkan anak – anak untuk menjajakan koran. Selain itu, ini juga merupakan tugas dari Dinas Sosial untuk terus mendata serta meneruskan ke Dinas Pendidikan agar anak – anak tersebut tidak putus sekolah,” katanya. (ALPIAN TANJUNG)
