
Batam, (MK) – Ketua DPRD Provinsi Kepri Jumaga Nadeak mengatakan ada banyak cara untuk melawan pungutan liar (Pungli) di lingkungan sekolah.
“Mulai dari membentuk tim sapu bersih (saber) hingga pembinaan aparat dengan pengawasan yang ketat. Semua dilakukan berbagai lembaga pelayanan public,” ujar Jumaga saat menggelar sosialisasi Saber Pungli di Graha Kepri, Rabu (29/3/2017).
Oleh karena itu, DPRD Kepri memilih cara sendiri yaitu dengan sosialisasi. Kepada para Kepala Sekolah SMA/ SMK Negeri dan Swasta se – Batam, DPRD bekerjasama dengan Polda Kepri dalam hal sosialisasi.
Acara yang disejalankan dengan reses anggota DPRD ini juga turut menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Arifin Nasir.
Dalam sosialisasi ini, Ketua DPRD Jumaga Nadeak menyampaikan pertanyaan – pertanyaan yang ada dimasyarakat khususnya dibidang pungli.
“Misalnya, saat kenaikan kelas orang tua memberikan ucapan terimakasih kepada guru – guru, apakah itu termasuk pungli,” kata Jumaga mencontohkan.
Hal – hal sepele seperti ini, sambungnya, sudah menjadi semacam kebiasaan bagi masyarakat.
Menanggapi hal itu, Irwasda Polda Kepri, Kombes Heru Pranoto mengatakan bahwa yang termasuk dalam pungutan liar adalah segala pungutan diluar ketentuan dan menguntungkan pribadi.
“Jadi, kalau untuk pribadi, itu bisa dipastikan pungli,” ujar Heru.
Ia menambahkan selama ini pungli sudah dianggap wajar oleh sebagian orang. Dijaman dahulu, bahkan memberikan sesuatu untuk pemimpin malah dianggap sebagai sebuah kehormatan.
“Dulu, misalnya ada yang memberi upeti dan diterima oleh raja, justru jadi kebanggaan. Sikap permisif inilah yang harus dirubah sekarang,” kata Heru.
Pertanyaan juga datang dari pengajar Sekolah Kallista. Ia menanyakan denda yang diberikan pihak sekolah jika terlambat membayar SPP tiap bulannya.
“Apakah denda keterlambatan SPP ini termasuk dalam pungli,” tanyanya.
Menanggapi hal ini, pihak Polda mengatakan bahwa denda tersebut bukanlah pungli sepanjang sesuai ketentuan sekolah dan telah disosialisasikan kepada pihak orang tua. Sosialisasi yang dipandu anggota DPRD Asmin Patros ini berjalan cair.
Beberapa pertanyaan dari kepala sekolah dan guru – guru berhasil dirangkum. Sehingga, pemahaman seluruh guru dapat menjadi sama.
Hadir dalam sosialisasi dan reses ini anggota DPRD, Sahat Sianturi, Maaz Ismail, Hotman Hutapea, Widiastadi Nugroho, Thomas Suprapto dan Hj. Asnah. (Red/ Pet)
