Kapal Pasir Bikin Nelayan “Menjerit”, Begini Tanggapan Airlangga

by -112 views
Menko Perekonomian sekaligus Ketum Partai Golkar, Airlanga Hartato
Menko Perekonomian sekaligus Ketum Partai Golkar, Airlanga Hartato

Bintan, (MetroKepri) – Keberadaan kapal dengan aktivitas isap pasir yang dikuasai oleh PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), membuat Nelayan sekitar “Menjerit”.

Pasalnya, nelayan kesulitas mencari ikan akibat dampak pembangunan aktivitas kapal isap yang mencemari perairan Kawal, Kabupaten Bintan.

Akan hal tersebut, awak media pijarkepri.com bersama metrokepri.com saat menanyakan ke Menteri Kooordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menghadiri Konsolidasi Partai Golkar di Nirwana Garden Resort kawasan wisata Lagoi pada Jum’at (31/1/2020) Ia menjawab masalah nelayan tersebut dan mengaku sudah mengunjungi KEK Galang Batang.

Menurut Airlangga, dirinya sudah mengunjungi KEK Bintan dan melihat kondisi pembangunan ”Smelter” PT BAI di kawasan tersebut.

“Pada waktu mengunjungi KEK investasi kita dorong agar investasi meningkat, terutama hilirisasi daripada industri alumina semelter,” sebutnya.

Saat kembali dicecar pertanyaan oleh pijarkepri.com terkait dampak sosial kemasyarakatan yang terjadi di sekitar KEK salah satunya mengenai proyek reklamasi, pendalaman alur operasi kapal isap pasir PT BAI yang diindikasi terhadap lingkungan sekitar.

Lalu, terhadap keluhan nelayan kerana air laut yang kotor, tercemar akibat aktivitas yang dilakukan oleh PT BAI, Airlangga menjawab kondisi nelayan tersebut dengan santai.

Dia beranggapan, perusahaan di kawasan KEK belum beroperasi, sehingga tidak mungkin nelayan kesulitan mencari ikan.

“Pabrik aja belum jalan, bagaimana bilang susah dapat ikan, ‘weeeeh’ bagaimana,” ujarnya, sambil berlalu menuju mobil.

Padahal dalam data pers confrens pencapaian investasi di Bintan Januari 2020 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bintan, PT BAI sudah menginvestasi Rp36 Triliun dengan laporan realisasi hingga Januari 2020 senilai Rp4,9 Triluan.

Sementara, tercatat, aktivitas PT BAI membangun Pembangkit PLTU, Smelter dan Pelabuhan TUKS.

Sampai berita ini diposting, pihak PT BAI belum dapat dikonfirmasi terkait dampak limbah pengerukan pasir di sekitar perairan kawal tersebut. (*)

Penulis: Novendra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.