Kasus Dugaan Pembunuhan Wanita di Septi Tank Belum Terungkap

by -204 views
by
Mayat Yang Ditemukan Mengapung di Septitank Usai Diotopsi di RSUP Kepri. Foto SYAIFUL AMRI
Mayat Yang Ditemukan Mengapung di Septitank Usai Diotopsi di RSUP Kepri. Foto SYAIFUL AMRI
Mayat Yang Ditemukan Mengapung di Septitank Usai Diotopsi di RSUP Kepri. Foto SYAIFUL AMRI
Mayat Yang Ditemukan Mengapung di Septitank Usai Diotopsi di RSUP Kepri. Foto SYAIFUL AMRI

Bintan, (MK) – Dugaan kasus pembunuhan wanita di septi tank salah satu Ruko di Jalan Sei Datuk, Kijang Kabupaten Bintan, hingga saat ini jajaran Polisi Resor (Polres) Bintan belum berhasil mengungkap siapa pelaku yang membunuh korban Yuliana Pratiwi.

Akan hal itu, keluarga korban menilai pengungkapan kasus tersebut terkesan lambat. Informasi yang diperoleh keluarga korban, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bintan sudah memeriksa beberapa saksi, namun belum bisa menetapkan tersangkanya.

“Sampai sekarang belum ada kejelasan bang. Kami sebagai pihak keluarga menunggu kepastian, dan lambat hasilnya. Padahal saksi – saksi sudah diperiksa,” papar salah satu keluarga korban, Sabtu (18/2/2017).

Diketahui, beberapa saksi sudah diperiksa termasuk pacar korban berinisial T, dan selingkuhan pacar korban. Pacar korban yang diakui memiliki kekuatan ilmu kebatinan, sehingga memaksa polisi untuk berfikir keras dalam penetapan tersangka.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Bintan, AKP Adi Kuasa Tarigan belum bisa memberikan informasi terkait hal itu.

“Nanti kita ketemu ya. Saya masih di jalan,” ujar AKP Adi melalui telepon selulernya.

Diberitakan sebelumnya, penemuan seorang mayat wanita di sebuah septitank belakang Ruko Sei Datuk, Kijang Kota, Bintan Timur, korbannya diindikasi bernama Yuliana Pratiwi alias Tiwi (27), Jumat (06/1/2017) .

Posisi mayat ditemukan kondisi terlungkup dalam lubang septi tank.

Kanit Reserse dan Krimininal (Reskrim) Polsek Bintan Timur, Iptu Andi Malau mengatakan, mayat diduga wanita itu pertama kali ditemukan oleh warga sekitar bernama Sabar.

“Saksi waktu itu mau menebas semak – semak sekitar pukul 10.00 WIB. Nah pas dekat septi tank tersebut,” paparnya.

Melihat hal itu, seorang warga langsung melaporkan kepada anggota Reskrim Polsek Bintim.

“Bapak ini langsung hubungin anggota kita, dan kita langsung mendatangi TKP untuk mengecek kebenarannya,” katanya.

Saat ini, lanjut dia, dirinya belum bisa memberikan keterangan yang lebih lanjut, karena masih dilakukan olah TKP.

Malau mengimbau warga yang merasa kehilangan keluarganya untuk mengecek langsung ke Jalan Sei Datuk, tepat dibelakang rumah makan Pondok Ciung Kijang.

“Adapun cirri – cirri korban menggunakan rok atau celana bercorak harimau, menggunakan baju kaos putih, diperkirakan sudah hampir tiga minggu,” ucapnya. (SYAIFUL AMRI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.