Tanjungpinang, (MetroKepri) – Kasus mayat wanita yang ditemukan didalam lobang septi tank dibelakang rumah makan Pondok Ciung, Kijang Kabupaten Bintan, pada (6/1/2017) lalu, hingga saat ini belum terungkap.
Dengan belum terungkapnya kasus dugaan pembunuhan janda beranak tiga yang diketahui bernama Yuliana Pratiwi ini juga, keluarga korban meluapkan kekesalannya melalui media sosial (Medsos).
Bahkan, kasus yang sempat menggegerkan seantero Bintan ini membuat kakak kandung korban, Fenty kesal terhadap pihak Kepolisian Polres Kabupaten Bintan.
Pasalnya, kasus dugaan pembunuhan tersebut sampai sekarang belum juga tuntas dan terkesan dihentikan penyelidikannya.
Saat ditemui awak media ini, Fenty mengutarakan kekesalannya yang seakan ‘Meledak’ mengingat kembali peristiwa yang menimpa adik bungsunya tersebut.
“Saya bersama keluarga selalu dijanjikan dan dijanjikan setiap hari dan diminta bersabar sampai berbulan – bulan. Namun hasilnya ‘Nol’ mas,” paparnya dengan nada kesal dikediamannya Jalan Mekarsari Km 12, Tanjungpinang, Rabu (10/10/2018).
Fenty mengutarakan, jika teringat kasus tersebut dirinya selalu menitikkan air mata dan selalu bertanya – tanya siapakah pembunuh adiknya?.
Terkadang, tambahnya, kekesalan tersebut dituangnya melalui media sosial (Facebook) untuk mengingatkan kembali kepada pihak yang berwajib untuk mengusut tuntas kasus yang menimpa adik bungsunya.
“Hanya media sosial yang dapat saya jadikan tempat mengutarakan kekesalan saya selama ini. Tapi, tetap hasilnya tidak ada. Yang saya kesalkan lagi, pihak penyidik tidak pernah memberitahukan hasil otopsi mayat korban (adik kandung) sampai hari ini,” ujarnya.
Sedihnya lagi, kata Fenty, ketiga anak korban yang biasanya mendapatkan biaya atau nafkah dari ibundanya (Yuliana Pratiwi) saat ini nasib anak korban berharap uluran tangan dirinya dan dari tetangga yang peduli.
“Karena, selama ini korban yaitu Yuliana Pratiwi semasa hidupnya yang menafkahi sendirian ketiga anaknya itu,” ucapnya.
Informasi yang dia dapat, karena ke – 3 anak korban yang saat ini berstatus ‘Yatim Piatu’ akan mendapatkan bantuan dan santunan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tanjungpinang.
“Seperti apa bantuannya saya tidak tahu persisnya. Tetapi sampai sekarang bantuan tersebut tidak pernah disalurkan oleh Dinsos,” ujarnya dengan nada sedih.
Sementara itu, Fenty tetap berharap pihak Polres Kabupaten Bintan dapat menuntaskan kasus temuan mayat adiknya dilobang septi tank yang diduga dibunuh tersebut. (*)
Penulis : Novendra
