Natuna, (MetroKepri) – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Natuna menggelar pembinaan industri rumahan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi perempuan di Desa Sabang Mawang dan Desa Tanjung Batang, Kecamatan Pulau Tiga.
Dalam pelaksanaan pembinaan industri rumahan tersebut, Dinsos P3A Kabupaten Natuna tidak sendirian, dinas tersebut dibantu oleh Forum Komunikasi Daerah (Forkomda) Puspa Bahari dan pendamping industri rumahan.
Kedatangan Dinsos P3A Kabupaten Natuna beserta Forkomda Puspa Bahari, disambut langsung oleh Pjs Kepala Desa Sabang Mawang, Ridwan.
Di aula pertemuan Desa Sabang Mawang, Ridwan sangat mendukung kegiatan yang dilaksanakan ini. Mengingat saat ini kaum perempuan mempunyai peranan penting dalam menentukan kemandirian ekonominya sendiri.
“Simak baik baik para ibu – ibu yang hadir, nanti akan di data. Apa yang menjadi masalah dalam usaha, mudah mudahan nanti ada solusinya kedepan,” papar Ridwan, Senin (25/02/2019).
Kepala Dinsos P3A Kabupaten Natuna, Kartina Riauwita melalui Kepala Bidang Kesetaraan Gender dan Perlindungan Hak Perempuan, Yuli Ramadanita mengatakan, tujuan pembinaan ini untuk mewujudkan kemandirian ekonomi perempuan di desa.
“Pembinaan ini sangat perlu ibu – ibu, untuk mewujudkan kemandirian ekonomi khususnya pada perempuan di desa ini. Kedatangan kami juga ditemani oleh Forkomda Puspa Bahari Natuna, tugasnya dalam pemberdayaan, perlindungan hak perempuan dan perlindungan hak anak,” kata Yuli dihadapan ibu – ibu di Aula Pertemuan Desa Sabang Mawang.
Masih kata Yuli, Forkomda Puspa Bahari merupakan partisipasi masyarakat untuk pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dalam membantu Dinsos P3A Natuna. Selain untuk mendata, ia mengajak ibu-ibu yang hadir untuk menyampaikan apabila ada keluhan terhadap masalah yang dihadapi oleh perempuan dan anak di desa, mumpung ada Forkomda Puspa Bahari.
Ia menghimbau, didalam industri rumahan ibu-ibu jangan pasif, tumbuh kembangkan kewirausahaan dalam mewujudkan kemandirian ekonomi di desa tempat ia berada.
Ketua Forkomda Puspa Bahari Kabupaten Natuna, Roy S yang diwakili oleh Wakil Ketua Forkomda Puspa Bahari, Abdul L mengatakan, Puspa Bahari mempunyai tugas-tugas dalam memberikan masukan dalam penyusunan kebijakan terkait dengan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana. Melakukan kajian terkait dengan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan sosial. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan sosial, serta memberikan laporan, saran dan pertimbangan kepada Dinas Sosial.
Abdul menjelaskan, anggota Forkomda Puspa Bahari terdiri dari lembaga profesi, akademisi, media dan dunia usaha.
“Pembinaan industri rumahan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi perempuan di desa sangat kami dukung, jadi perempuan di desa khususnya di desa ini bisa mandiri dan mengembangkan usaha yang digeluti. Kendala yang ada bisa disampaikan melalui acara ini,” kata Abdul.
Sekretaris Forkomda Puspa Bahari Natuna, Sugianto menjelaskan didalam melaksanakan industri rumahan sangat diperlukan manajemen usaha. Jadi secara pasti, manajemen ini akan mengatur arus keuangan dengan baik.
“Biasanya ibu-ibu, lihat ada barang bagus dan murah main beli saja. Tanpa disadari, modal usaha ikut dibelanjakan. Jadi harus dibuat manajemen usaha, dipisahkan mana modal untuk usaha, mana untuk keperluan sehari – hari maupun shoping,” ucapnya.
Sementara itu, pendamping industri rumahan, Undri mengatakan, industri rumahan merupakan bisnis yang menjanjikan bagi kaum perempuan. Dengan serius dan tekad kuat, industri rumahan ini bisa memberikan keuntungan besar.
“Kita data hari ini, usaha apa yang sedang digeluti ibu-ibu, modal yang dikeluarkan berapa, peralatannya apa saja, sudah ada ijin usahanya atau tidak, bahan bakunya terkendala atau tidak, masalah apa yang dihadapi, terus saran apa yang hendak diberikan,” katanya.
Dari data yang terkumpul, rata-rata usaha yang banyak digeluti di Desa Sabang Mawang adalah kerupuk atom. Kendalanya, pemasaran, teknologi mesin dan agen penampung.
Di hari berikutnya, Desa Tanjung Batang menjadi tujuan dalam pembinaan dan pendataan. Hal yang sama dilakukan oleh Dinsos P3A dan Forkomda Puspa Bahari Natuna. Dengan antusias, ibu-ibu yang hadir mengikuti kegiatan ini, didampingi oleh Kepala Desa Tanjung Batang, Zuldi dan beberapa staf desa.
Kerjasama yang baik antara Dinsos P3A dan Forkomda Puspa Bahari membuat kegiatan ini berjalan baik. Dari data yang dikumpul, rata-rata usaha yang digeluti di Desa Tanjung Batang adalah kerupuk atom dan cumi kering. Kendala yang dihadapi hampir sama dengan Desa Sabang Mawang, tapi dalam usaha cumi kering bahan bakunya tidak bisa selalu terpenuhi. (Manalu)
