Kemenhan Gelar Sosialisasi Bela Negara di Kabupaten Natuna

by -353 views
by
Para Peserta Bela Negara Natuna Foto Bersama. Foto KALIT
Para Peserta Bela Negara Natuna Foto Bersama. Foto KALIT
Para Peserta Bela Negara Natuna Foto Bersama. Foto KALIT
Para Peserta Bela Negara Natuna Foto Bersama. Foto KALIT

Natuna, (MK) – Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia bekerjasama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Natuna menggelar sosialisasi program bela negara, Rabu (22/2/2017).

Sosialisasi yang dilaksanakan di Gedung Srindit Kabupaten Natuna diikuti oleh 125 peserta dari masyarakat pesisir di Natuna. Kegiatan itu juga dilaksanakan hingga Jumat 24 Februari 2017.

Direktur Bela Negara Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Pertama TNI Muhammad Faisal SE,MM memaparkan program bela negara ini merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara Indonesia sebagaimana diatur dalam pasal 30 UUD 1945.

“Bela negara berbeda dengan wajib militer, karena bela negara ingin membangun sikap dan perilaku setiap warga negara untuk memiliki kesadaran cinta tanah air, semangat nasionalisme,” ujar Laksamana Pertama TNI Muhammad Faisal.

Apalagi, menurut Faisal, ancaman pertahanan negara tidak semata serangan militer. Ancaman nyata justru upaya melemahkan bangsa Indonesia dengan penurunan nilai moral melalui narkoba, pornographi, dan paham kekerasan.

“Saat ini, Kementerian Pertahanan bekerjasama dengan sejumlah instansi dan organisasi masyarakat (Ormas) untuk mendukung pelaksanaan program bela negara,” paparnya.

Dia mengutarakan, yakni dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memasukkan bela negara dalam kurikulum pendidikan dasar sampai menengah. Juga kerjasama dengan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi serta sejumlah rektor Perguruan Tinggi se – Indonesia agar Ospek mahasiswa baru diisi materi bela negara.

“Lewat kerjasama lintas sektor ini, Kementerian Pertahanan menargetkan 100 juta kader Bela Negara tercapai,” ucapnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Natuna juga menghadirkan narasumber yakni dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Plt Al Mudazir.

Dalam pemaparannya, pada Juni 2017 akan memberikan pelatihan tanggap bencana di Pulau Tiga, Pulau Laut dan Pulau lainnya dan akan membuat rekomandasi kepada Bupati Natuna, agar dibentuk khusus Badan Tanggap Bencana.

Pada kesempatan itu, Kepala Satuan (Kasat) Intel Polres Natuna, AKP Sudarto Sip akan memberikan penanganan atau cara mengetahui dini jaringan teroris.

“Dengan cara agar tamu yang berkunjung harus melapor kepada RT dan memberikan keterangan, kemudian kenali dan perkuat ajaran agama, karena cara merekerut anggota jaringan teroris dengan membawa agama,” ujarnya.

Sudarto juga memberitahukan, bahwa Natuna saat ini masih dalam keadaan aman dan terkendali, walaupun di Natuna pernah terdapat jaringan gerakan fajar nusantara (GAFATAR) pada Ferbruari 2015 lalu.

“Namun semua sudah balik kampung ke Surabaya dan Pontianak dengan menggunakan Km Bukit Raya,” katanya.

Kemudian, dengan adanya aliran sesat, pelaksana ritual dikediaman Rita (perempuan), alamat Kampung Air Raya Kecamatan Serasan, pada 26 Mei 2016 lalu terjadi penolakan dan diusir oleh masyarakat Serasan.

Hal senada juga disampaikan Kasat Narkoba Polres Natuna, AKP Ramlan Chalid. Dia memaparkan, ada 55 jenis Narkoba pada golongan 1, 74 jenis Narkoba golongan 2 dan 60 jenis golongan 3.

“Namun untuk di Kabupaten Natuna yang sering didapati Narkoba berupa inex (pil), ganja , sabu – sabu dan banyak pengguna lem dan obat komix.

Dia mengemukakan, laporan dari masyarakat merupakan awal bersama untuk pencegahan Narkoba. Sementara untuk generasi muda khususnya para pelajar akan ditingkatkan pengawasan untuk pemakaian lem dan obat komix serta akan segera lakukan patroli untuk tempat lokasi anak muda berkumpul.

Pada sosialisasi bela negara tersebut, para kader diberikan pembekalan seragam loreng, wing sepatu PDL, tas dan perlengkapan lainnya. Para kader bela negara di Natuna juga akan melakukan penanaman mangrove di sekitar wilayah Pering dan pemasangan bendera Merah Putih di kapal kapal nelayan Natuna pada Kamis 23 Februari 2017. (KALIT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.