Batam, (MK) – Belum setahun beroperasi, bangunan Puskesmas Kampung Jabi Kelurahan Kabil Kecamatan Nongsa sudah ada yang keropos.
Terkait hal itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin mengaku merasa tidak terkejut. Karena kenapa, memang beberapa pembangunan Puskesmas itu selalu bermasalah dan terkesan dibiarkan.
“Contoh, misalnya beberapa waktu yang lalu, kami juga memastikan di Puskesmas Galang itu juga begitu. Puskesmas Bengkong dulu juga begitu. Jadi orangnya itu, mengerjakannya asal – asalan,” papar Udin saat dikonfirmasi MetroKepri melalui jaringan telepon selulernya, Rabu (28/2/2018).
Hal itu dinilainya hanya menghambur – hamburkan anggaran saja. Maka, itu perlu dipertanyakan kembali kepada Pemerintah Kota Batam, khususnya yang menangani pembangunan Puskesmas itu seperti konsultan pengawasnya.
“Itu perlu dipertanyakan. Kok kenapa bisa begitu terjadi seperti begini, kan gitu. Bila terjadi hal – hal sedemikian, kita meminta sekali – kali turun misalnya dari lembaga independen dan arsitek. Hal itu supaya bisa mengecek secara langsung dan bisa memberikan gambaran. Nah kira – kira berapa biaya pembangunan Puskesmas itu sesungguhnya, kan begitu,” ujarnya.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Batam, Didi Kusmayadi mengatakan bangunan Puskesmas di Kampung Jabi itu ada masa pemeliharaannya.
“Itu bukan keropos, mungkin ada yang bocor atau saluran air bocor. Nanti diperbaiki oleh pemborongnya. Gaya – gaya begini sudah bukan jamannya lah. Tulis berita yang bermutu saja, tapi kalau nak tulis juga, ya tulis lah. Seribu teman masih kurang, satu musuh terlalu banyak. Kan masih masa perawatan, sabar dulu nanti pasti diperbaiki,” ucap Didi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsAppnya.
Pihaknya tetap meminta tanggungjawab kontraktor pembangunan Puskesmas tersebut. Akan tetapi, Didi mengaku tidak ingat nama perusahaan kontraktor yang mengerjakaan proyek pembangunan Puskesmas itu tersebut. (JIHAN)
