
Tanjungpinang, (MK) – Ketua DPRD Kabupaten Bintan Lamen Sarihi merasa sangat kecewa dengan keputusan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kepri, Ansar Ahmad. Pasalnya, Lamen diturunkan dari jabatan Ketua DPRD Bintan dengan alasan yang tidak jelas kesalahannya.
“Itu kan semua usulan Ansar Ahmad. Saya sudah ke DPP jumpa dengan Pak Idrus Marham dan Nurdin Halid. Dari DPP tidak bisa berbuat apa – apa, saya tanya salah saya apa. Pokoknya anda diganti,” papar Lamen Sarihi kepada sejumlah awak media di salah satu kedai kopi di KM 7 Tanjungpinang, Senin (23/1).
Yang lebih kesalnya, kata Lamen, beberapa hari ini ia mendengar bahwa beberapa Anggota DPRD dari Fraksi Golkar menjumpai Gubernur Kepri dan meminta agar dipercepat proses pemecatannya.
“Jadi, Ansar ini menggunakan tangan – tangan Anggota DPRD Provinsi. Ada informasi dari kantor Gubernur bahwa mereka ini mendekat Gubernur yakni Dewi, Asmin Patros, Riski Faisal, Teddy Jun Askara. Ya tapi Gubernur kan melihat sesuai mekanisme aturan hukum apa tidak, dianalisa,” ujarnya.
Lamen mengutarakan, dirinya tidak menyalahkan kawan – kawan tetapi yang disesalkannya Ansar menyuruh menjumpai Gubernur itu membuat mental dan pribadi yang tidak baik terhadap kader – kader Partai Golkar.
“Dengan menyuruh itu, berarti mengajarkan kader – kader Partai Golkar untuk saling menghancurkan dan saling membunuh karakter. Jadi, saya sampaikan sama kawan – kawan Anggota DPRD Kepri jangan ikut campur masalah ini, karena ini urusan pribadi Ansar Ahmad dengan saya Lamen Sarihi. Jangan kawan – kawan terbuai dan jangan karena ada istilah balas budi Ansar Ahmad,” katanya.
Menurut dia, masalah ini kepentingan pribadi Ansar Ahmad yang mengedepankan nepotisme memanfaatkan kawan – kawan Anggota DPRD Kepri untuk kepentingan adik kandungnya yakni Nesar Ahmad.
“Ansar sudah tidak layak menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kepri dan sudah saatnya Ansar Ahmad mundur sebagai Ketua Golkar Kepri,” ucapnya.
Dulu, sebelum Golkar dipimpin oleh Ansar hampir seluruh Ketua DPRD di kabupaten kota di Kepri ini dipimpin oleh Kader Golkar, dan hampir seluruh kepala daerah dipimpin oleh Golkar.
“Sekarang mana, Karimun Aunur Rafiq, beliau baru masuk Golkar. Terus sekarang tinggal dua, yakni Ketua DPRD Bintan dan Karimun. Itu yang dia mau ganti,” imbuhnya. (RUDI PRASTIO)
