Jakarta, (MetroKepri) – Meski waktu yang diberikan terhitung singkat yakni 22 sampai dengan 26 Februari 2019 bagi Kepri untuk melakukan due diligence (Uji Tuntas) dan akses data dalam rangka Participating Interest (PI) 10%, namun dengan kerja keras dan dedikasi tinggi Tim Konsultan Migas Kepri optimis kerja besar ini dapat dituntaskan tepat waktu.
Tim Konsultan Migas Kepri yang melakukan due deligence terhadap perusahaan minyak negeri Kangguru Santos Northwest Natuna B.V sudah mulai bekerja sejak Sabtu (22/2) di kantor perusahaan Migas tersebut di bilangan Ratu Plaza, Senayan, Jakarta.
Tim yang dipimpin oleh putra Anambas Ir. Fachrizal atau yang lebih akrab disapa Ical Long Enon juga mengikutsertakan anggota tim lain diantaranya Hari Fernandes (ahli Geologi UGM – Jogjakarta), Haris Anandito (Ahli Geologi Reservoir Curtin Univ UK Inggris), Albaihaqi (Ahli perminyakan ITB Bandung), Andreas (Ahli Pengeboran Akamigas Cepu), Karlita T Octaviany (Ahli perminyakan ITB Bandung), Buana F Februari (Ahli AMDAL, PPSML UI).
Ical Long Enon menyebutkan bahwa timnya akan memanfaatkan waktu yang diberikan untuk melakukan due diligence tepat waktu.
“Kami semaksimal mungkin bekerja untuk memenuhi capaian yang ditargetkan,” papar pria yang telah melintas benua bekerja di bidang Migas ini.
Pemprov Kepri yang diwakili oleh Kepala Dinas Perhubungan, Drs. Jamhur Ismail MM yang memantau langsung kinerja Tim Konsultan Migas Kepri pada Senin (25/2/2019) ini menyampaikan apresiasi setinggi – tingginya atas semangat dan kekompakan tim sehingga dapat memenuhi target waktu yang ditetapkan.
“Ini kerja bersama untuk Kepri sejahtera, saya menyampaikan salam Gubernur Kepri untuk tim,” ujar Kadishub yang biasa dipanggil Bang Jaoel itu.
Diberitakan sebelumnya, pelaksanaan PI 10% merupakan keberpihakan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Peraturan Menteri ESDM No. 37 Tahun 2016 menjelaskan bahwa tujuan PI 10% ini adalah meningkatkan peran serta daerah dan nasional dalam pengelolaan migas.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah menyatakan minat ikut dalam pengelolaan Migas dan hal ini dibuktikan dengan telah dilakukannya penandatanganan Confidential Agreement (CA) oleh H. Huzrin Hood SH,MH selaku Dirut PT. Pembangunan Kepri NWN, BUMD milik Kepri yang bergerak di bidang Migas pada Kamis lalu, (21/2/2019) di kantor Santos Northwest Natuna B.V. di bilangan Ratu Plaza Jakarta.
Penandatanganan CA itu juga sebagai tanda dimulainya due diligence (uji tuntas) dan akses data dalam mendapatkan Participating Interest 10% tersebut.
“Kami bersyukur pada Allah SWT karena Kepri diberi amanah mengelola kekayaan alamnya sendiri. Ini semua berkat doa dan harapan masyarakat Kepri,” ucap Huzrin. (Red/ FFB)
