Tanjungpinang, (MK) – Kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) ke Provinsi Kepri pada Juli 2016 sebanyak 138.567 atau mengalami penurunan sebesar 16,45 persen dibanding kunjungan Wisman pada Juni 2016 yang mencapai 165.849 kunjungan.
“Penurunan jumlah kunjungan wisman selama Juli 2016 disebabkan turunnya jumlah kunjungan wisman di pintu masuk yang ada di Kabupaten Bintan, Kota Batam, dan Kota Tanjungpinang,” papar Kepala BPS Provinsi Kepri, Panusunan Siregar, Kamis (1/9).
Dia mengutarakan, jumlah wisman yang masuk Kabupaten Bintan turun 35,20 persen, Kota Batam turun 14,52 persen, dan Kota Tanjungpinang turun 12,59 persen dibanding juni 2016. Sedangkan wisman yang masuk melalui Kabupaten Karimun mengalami kenaikan sebesar 46,11 persen dari bulan sebelumnya.
“Kontribusi jumlah wisman yang berkunjung ke Provinsi Kepri terhadap jumlah seluruh wisman yang berkunjung ke Indonesia selama Juli 2016 adalah 14,28 persen, dimana jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia tercatat sebanyak 970.484 kunjungan,” ucapnya.
Dia mengemukakan, wisman berkebangsaan Singapura merupakan masih yang terbanyak di Provinsi Kepri. Hampir dari setengah wisman yang masuk ke Provinsi Kepri berkebangsaan Singapura.
“Selama Juli 2016 wisman berkebangsaan Singapura tercatat sebanyak 64.154 atau sebesar 46,30 persen dari jumlah wisman yang berkunjung ke daerah ini,” katanya.
Masih kata Panusunan, wisatawan dari Malaysia selama Juli 2016 mencapai 21.645 kunjungn atau naik 19,26 persen dan merupakan jumlah wisatawan terbesar kedua selama Juli 2016 dengan kontribusi 15,62 persen.
“Wisatawan tersebar ketiga berasal dari Tiongkok, kunjungan selama Juli 2016 sebanyak 7.718 atau naik 17,19 persen dengan kontribusi sebanyak 5,57 persen dari jumlah wisman yang berkunjung ke Provinsi Kepri,” ujarnya.
Sementara, kata dia, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Kepri pada Juli 2016 mencapai rata – rata 49,46 persen atau turun 0,31 poin dibanding Juni 2016 sebesar 49,77 persen.
“Bila dilihat menurut klasifikasinya, TPK hotel berbintang 5 pada Juli 2016 mencapai 53,92 persen dan merupakan TPK tertinggi dibanding kelas hotel berbintang lainnya. TPK terendah pada Juli 2016 yaitu pada klasifikasi hotel bintang 1, yaitu 41,88 persen,” ucapnya. (RUDI PRASTIO)
