
Tanjungpinang, (MK) – Atas terjadinya kekosongan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium secara mendadak di wilayah Tanjungpinang saat ini, sangat disayangkan oleh Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah SH.
“Saya juga baru tahu tadi pagi dan pergantian Premium ke Pertalite ini tanpa koordinasi terebih dahulu dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri ke kita (Pemko Tanjungpinang),” papar Lis kepada awak media ini, Senin (15/5/2017).
Hal itu, kata Lis sangat merugikan masyarakat kecil menengah yang biasanya menggunakan BBM subsidi jenis premium.
“Seharusnya Pemprov Kepri berkoordinasi terlebih dahulu ke Pemerintah Kabupaten/ Kota. Katanya penting ‘koordinasi’, tetapi kenyataannya ‘Nol’. Jika ini semua sudah keputusan Pemprov, paling tidak secara bertahap lah pergantiannya,” ujar Lis.
Namun, Lis akan menghargai semua keputusan dari Pemprov Kepri yang menghilangkan BBM subsidi jenis Premium dengan cara bertahap, tetapi kenyataan di lapangan berbeda.
“Seharusnya kita diundang untuk ikut rapat terkait pergantian Premium ke Pertalite ini. Paling tidak mengeluarkan surat pemberitahuan terlebih dahulu ke masyarakat agar masyarakat tidak merasa dirugikan,” ucapnya.
Sebelumnya, Pengawas SPBU KM 10, Herman menyebutkan, dari informasi yang didapatinya bahwa Premium mau dihapuskan dan diganti dengan Pertalite.
“Kemarin waktu rapat yang datang hanya bos – bos saja mas di Batam, saya hanya dapat info saja,” katanya. (NOVENDRA)
