Dalam sambutannya Rahma mengatakan, kegiatan Literasi Media AJI Tanjungpinang merupakan wujud dedikasi jamaah AJI Tanjungpinang dalam mengedukasi masyarakat khususnya generasi muda untuk menangkal berita hoaks di media sosial (Medsos).
Rahma juga mengatakan, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang turut mendukung sekaligus mengapresiasi kegiatan tersebut. Dia berharap, kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi organisasi kewartawanan lainnya di Kota Tanjungpinang untuk melakukan kegiatan yang serupa.
“Mudah-mudahan organisasi yang lain juga dapat melaksanakan atau melakukan kegiatan yang seperti ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Rahma berpesan kepada pelajar dan mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini untuk menerapkan ilmu dan informasi yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari khususnya ketika menggunakan medsos.
“Untuk adik-adik mahasiswa kalau ada berita langsung dicek terlebih dahulu baru dishare. Adik-adik ini paling rajin di medsos mungkin di Facebook, Whatsapp dan lainnya,” harapnya.
Diwaktu yang sama, Ketua AJI Kota Tanjungpinang Jailani juga berharap seluruh rangkaian kegiatan Literasi Media AJI Tanjungpinang dapat membangun kesadaran masyarakat Kota Tanjungpinang tentang bahaya laten hoaks.
AJI Tanjungpinang sendiri lanjut Jai sapaan akrabnya, akan terus konsisten untuk memberikan pemahaman akan bahaya laten hoaks kepada masyarakat.
“AJI melaksanakan kegiatan bukan hanya seremonial belaka. Tapi, AJI tetap memberikan pengetahuan yang nyata seperti ini ke depan-ke depanya. Perangi Hoax tetap lanjut,” tegasnya.
Penutupan Literasi Media AJI Tanjungpinang juga dirangkai dengan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba yang diselenggarakan selama kegiatan berlangsung. Yakni lomba stand terbaik, lomba swafoto AJI Tanjungpinang, dan lomba foto bersama Polres Tanjungpinang.
Literasi Media AJI Tanjungpinang digelar sejak Sabtu (15/12/2018) hingga Minggu (16/12/2018). Selain menampilkan pameran media, kegiatan yang mengangkat tema “Menangkal Bahaya Laten Hoax di Media” itu juga diisi dengan talkshow dan workshop.
Sementara itu, Kegiatan tersebut melibatkan 25 media cetak, elektronik, dan online di Kota Tanjungpinang. Serta beberapa instansi dan organisasi seperti Polres Tanjungpinang, Bawaslu Provinsi Kepri, KPU Provinsi Kepri, Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Tanjungpinang, Karang Taruna Provinsi Kepri pihak akademisi dan DPC Peradi Tanjungpinang.
