Tanjungpinang, (MK) – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, mahasiswa dari Komunitas Bengkel Menulis FISIP Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menyelenggarakan bedah buku berjudul “The Glory Of The Past” karya Ing Iskandarsyah yang juga Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Riau ini.
Dalam acara itu, Iskandarsyah hadir sebagai narasumber tunggal, dengan pembahas yang juga dosen UMRAH, Alfiandri, serta diikuti ratusan mahasiswa sebagai peserta dari berbagai perguruan tinggi di Tanjungpinang.
Pada acara itu, Iskandarsyah memaparkan, buku “The Glory Of The Past” lahir dari sebuah, angan – angan, cita – cita, hasrat, dorongan, keinginan dan harapan untuk menjadikan Kepri semakin maju dan sejahtera.
“Seperti membangun kejayaan masa lalu,” kata Ing Iskandarsyah.
Semangat pria kelahiran Karimun itu, berapi – api ketika menceritakan bagian terpenting dalam buku tersebut. Mahasiswa pun larut dalam kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium UMRAH, kemarin sore.
“Saya memiliki keinginan yang besar, cita – cita dan harapan besar yang memungkinkan terwujud,” paparnya.
Iskandarsyah yang sudah dua periode menjabat sebagai anggota DPRD Kepri itu mengatakan, Kepri jika dibenahi dari berbagai sektor prioritas akan lebih maju dari Singapura dan Malaysia.
“Untuk melahirkan Kepri yang lebih maju dari kedua negara tetangga, membutuhkan waktu cukup lama. Namun harus dimulai dari sekarang,” katanya.
Pada masa lampau, Kepri sudah pernah membuktikan sebagai wilayah yang maju, lebih maju dibanding Singapura dan Malaysia.
“Kepri harus dirancang untuk menjadi provinsi kepulauan yang maju, sebagai wajah Indonesia yang bersinar dan menjadi harapan bangsa,” ujarnya.
Dalam acara yang dipandu Ketua Laboraturium Prodi Ilmu Administrasi Negara UMRAH Edison tersebut, Iskandarsyah mengatakan kunci utama untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat Kepri yakni penguatan SDM unggul melalui membaca, sentuhan teknologi sesuai kebutuhan, regulasi dan “enterpreuner goverment”.
Menurut dia, pengetahuan masyarakat harus ditingkatkan melalui membaca. Saat ini, minat baca masyarakat Kepri masih minim.
“Kondisi ini menjadi persoalan penting yang harus diselesaikan. Masyarakat harus secara mandiri menilai pentingnya mendapat pengetahuan dari membaca,” katanya.
Dia mengutarakan, tugas pemerintah memberi kemudahan kepada masyarakat untuk mendapatkan buku – buku yang layak dibaca, seperti perpustakaan dan perpustakaan keliling.
“Selain membaca, masyarakat harus dilatih untuk memiliki keterampilan sesuai dengan bidangnya,” ucap Iskandarsyah.
Sementara sentuhan teknologi yang layak dikembangkan di Kepri berhubungan dengan teknologi kelautan dan perikanan, maritim, dan pengolahan.
Terkait regulasi, kata dia, Kepri harus diberi kemudahan dalam mengelola potensi wilayahnya yang berlimpah. Selama ini, potensi Kepri tidak dapat digarap secara maksimal lantaran terbentur dengan regulasi dan kepentingan pemerintah pusat.
“Otonomi khusus ekonomi merupakan bagian strategi Pemerintah Indonesia untuk menguatkan Kepri sebagai bagian wilayah NKRI. Cita – cita Indonesia untuk menciptakan negara kuat dan sejahtera dapat menjadi alasan mendasar untuk memberi kewenangan khusus bagi Pemerintah Kepri mengelola sektor perekonomian,” paparnya.
Iskandarsyah yang diusung Partai Keadilan Sejahtera ini juga mengatakan, tugas utama pemimpin sebenarnya hanya dua yakni mendistribusikan uang secara adil, dan menyediakan lapangan pekerjaan.
“Ini pernah saya sampaikan kepada almarhum H.M Sani, semasa menjabat menjadi Gubernur Provinsi Kepri,” katanya. (Red)
