Tanjungpinang, (MK) – Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu menilai perekaman data Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Kota Tanjungpinang kurang aktif dalam mensukseskan program perekaman data E – KTP.
“Harusnya, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tanjungpinang melakukan jemput bola. Jangan hanya pasif tapi harus aktif, masa sampai 45 ribu lebih belum terekam datanya,” papar Maskur kepada MetroKepri.com, Selasa (20/9).
Menurut Legislator Partai Demokrat Dapil Tanjungpinang Timur ini, sistem jemput bola tersebut lebih memudahkan Disdukcapil Kota Tanjungpinang, meski perekaman data penduduk di perpanjang pada pertengahan tahun 2017 mendatang.
“Mungkin dengan berubahnya sistem kerja dari pasif ke aktif, akan lebih mempermudah kerja Disduk sendiri. Kita seharusnya sudah membaca karakter masyarakat kita, ya seharusnya mengimbangi lah,” ujar Maskur.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tanjungpinang, Eka Hanasarianto mengaku pihaknya belum dapat bekerja maksimal merekam data KTP sebagian penduduk, karena kendala stok tinta habis, dan ketersediaan blanko yang menipis.
“Bukan kita tidak mau aktif, tapi stok blanko yang masih ditangan kita kini hanya tinggal 3.224 unit saja. Sampai Juni 2016 kemarin, kami telah mencatat setidaknya masih ada 45 ribu lebih warga Tanjungpinang yang belum melakukan perekaman data kependudukan,” ucap Eka.
Dia mengutarakan, kendala ini sudah dilaporkan ke Disdukcapil Provinsi Kepri untuk mendapatkan solusinya.
“Insya Allah untuk pengadaan blanko dan tinta Disdukcapil Provinsi Kepri yang akan membantu dulu,” ucapnya. (SYAIFUL AMRI)
