Menganalisis Manajemen Kinerja Karyawan di Suatu Perusahaan

by -275 views

Penulis: Aldiansyah

Mahasiswa Semester 5 STIE Pembangunan Tanjungpinang

Opini, (MetroKepri) – Manajemen kinerja karyawan merupakan suatu ujung tombak dalam kemajuan organisasi atau perusahaan, karena kemajuan dan kemunduran suatu perusahaan tergantung dari kinerja karyawan.

Dalam suatu kinerja yang buruk akan berakibat pada minimnya produktivitas karyawan dalam perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan karyawan yang mampu berkerja lebih baik, cepat, efektif dan efisien.

Sehingga perusahaan memerlukan karyawan yang mempunyai kinerja (job perfomance) yang tinggi. Adapun faktor penting yang dapat menentukan kinerja karyawan dan juga kemampuan suatu organisasi beradaptasi dengan lingkungan yang disiplin, motivasi, dan berprestasi berkerja.

Permasalahan dalam kinerja juga menjadi fenomena yang sangat menarik diangkat dalam kinerja yang beruk berakibat pada pencapaian waktu yang menurun dalam perusahaan.

Kinerja adalah suatu gambaran tingkat pencapaian pelaksanaan suatu dalam mewujudkan sasaran kegiatan, program, kebijakan, tujuan visi dan misi perusahaan yang tertuang dalam perumusan perencanaan strategis (strategic planning) suatu perusahaan.

Penilaian manajemen kinerja ialah sistem terstruktur dan formal untuk mengukur, mengevaluasi dan mempengaruhi yang dapat berhubungan dengan pekerja, perilaku, dan karyawan serta tingkat keabsenan, untuk mengetahui produktivitas dan efektifitas karyawan pada kerja di masa depan sehingga bermanfaat bagi karyawan, organisasi dan masyarakat.

Adapun tinjauan dalam menganalisis manajemen kinerja karyawan sebagai berikut:

A. Kinerja Karyawan

Dalam penjelasan faktor-faktor mempengaruhi pencapaian kinerja ialah faktor kemampuan (ability) kemampuan potensi kemampuan reality (knowledge & skill). Faktor motivasi yang mampu membentuk suatu sikap (attitude) seorang karyawan mengahadapi suatu kerja (Mangkunegara 2007).

Oleh karena itu, peran seorang karyawan sangat penting bagi perusahaan guna untuk menunjang keberhasilan setiap perusahaan terutama perusahaan yang begerak pada sektor jasa.

Indikator kinerja sebagai berikut:

  1. Kemampuan intelektualitas

Kemampuan intelektual sudah memadai sesuai bidangnya hanya saja ada beberapa SDM yang penempatanya belum sesuai kompetensi yang dimiliki yang mampu menurunkan kinerja karyawan karena memerlukan waktu untuk belajar dan beradaptasi.

  1. Disiplin kerja

Tingkat kehadiran dan ketepatan waktu belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Ini bisa dilihat dari jam pagi dilaksanakan karyawan menggunakan fingerprint sehingga dapat meminimalisir tingkat keterlambatan.

  1. Target Produksi

Target produksi dapat disesuai jadwal tergantung dari tim produksi itu sendiri dan tingkat kesulitan project produksi yang menyesuaikan permintaan konsumen.

  1. Kepuasan kerja

Karyawan belum merasa puas dengan pekerjaanya yang dikarenakan belum mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan hidup yang lebih layak dari hasil kerja diperusahaan.

  1. Gaya kepemimpinan

Manajer diperusahaan tersebut sangat dihormati oleh karyawannya karena mampu memberikan arahan yang tepat, mengerti keadaan karyawannya dan mampu memberikan motivasi untuk bekerja keras guna menghasilkan produk sesuai standar perusahaan.

  1. Lingkungan kerja

Lingkungan kerja yang sehat sangat mempengaruhi kinerja karyawan untuk menghasilkan produk sesuai target dan standar perusahaan.

  1. Sistem manajemen

Sistem manajemen yang belum tersistem secara maksimal belum mampu memberikan efek yang signifikan terhadap kinerja karyawan.

B. Motivasi

Motivasi merupakan suatu proses psikologis yang mampu mencerminkan suatu interaksi antara sikap, persepsi, kebutuhan, dan keputusan yang dapat terjadi pada diri seseorang itu sendiri yang disebut intrinsic dan extrinsic.

Sementara Vroom, (dalam Gisbon, 1984) mendefinisikan motivasi sebagai suatu proses yang menentukan pilihan antara beberapa alternatif dari kegiatan sukarela. Definisi motivasi adalah sebuah kondisi yang menggerakan diri karyawan yang tearah dan tanpa paksaan untuk mencapai suatu tujuan perusahaan.

Faktor-faktor yang dapat memotivasi kerja karyawan adalah berupa motivasi financial seperti pemberian bonus belum mampu  meningkatkan kinerja karyawan, sedangkan penghargaan kenaikan pangkat dan pujian kepada karyawan sudah mampu meningkatkan kinerja karyawan.

C. Kompensasi

Kompensasi karyawan adalah sebuah bentuk pembayaran atau hadiah yang diberikan kepada karyawan dan muncul dari pekerja tersebut. Tujuan pengaruh variabel kompensasi perusahaan yang diberikan dan motivasi karyawan terhadap kinerjanya dan di gunakan adalah kuatitatif Dessler 2007)

  1. Direct finacial payment

Seorang karyawan sudah merasa cukup dengan gaji yang diberikan oleh perusahaan, hanya saja belum adanya bonus, insentif dan komisi.

  1. Indirect payment

Belum adanya tunjangan kesehatan, tunjangan keluarga, transportasi dan pensiun yang dibayarkan perusahaan pada karyawan dapat mengpengaruhi kinerja karyawan perusahaan.

  1. Imbalan nonfinancial

Suatu jam kerja yang fleksibel membantu pekerjaan karyawan dalam melaksanakan tugas project baru di produksi selalu ada kerumitan sendiri. Karyawan merasa hal baru sangat menantang bagi mereka untuk melakukan tugas dan pekerjaan sebagai karyawan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.