MenpanRB: Peningkatan Profesionalisme ASN Tidak Bisa Ditawar

by -224 views
by
MenpanRB, Yuddy Chrisnadi. Foto RUDI PRASTIO
MenpanRB, Yuddy Chrisnadi. Foto RUDI PRASTIO

Tanjungpinang, (MK) – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan – RB) Yuddy Chrisnandi menegaskan peningkatan profesionalisme Aparatus Sipil Negara (ASN) merupakan hal yang tidak bisa ditawar lagi. Kini sudah tidak bisa lagi mentolerir ASN yang “asal kerja”.

“Setiap saat, ASN dituntut untuk memberikan kontribusi kinerja yang jelas dan terukur kepada organisasinya. Dengan profesionalisme yang baik, maka akan terwujud standarisasi kompetensi sehingga dengan jabatan yang sama di berbagai daerah akan memiliki kualitas dan kapasitas yang setara,” papar Yuddy dalam pidatonya saat membuka Forum Koordinasi, Komunikasi dan Konsultasi Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (FORKA3PAN-RB) di lingkungan Pemerintah Kepri di Aula Kantor Gubernur, Dompak – Tanjungpinang, Jumat (3/6).

Dia mengutarakan, kesetaraan kompetensi itu bertujuan agar tidak ada lagi ketimpangan kualitas ASN di pusat dan daerah, Pulau Jawa dan luar Jawa, antara Indonesia bagian barat dan timur maupun antar kota maupun kabupaten.

“Dengan demikian, memungkinkan setiap ASN ditugaskan diberbagai instansi dan wilayah Republik Indonesia sesuai dengan kebutuhan sehingga pada akhirnya ASN mampu menjadi perekat pemersatu bangsa demi tegaknya NKRI,” katanya.

Menurut MenpanRB, setiap aparatur memiliki kontribusi yang jelas terhadap kinerja unit kerja terkecil, satuan unit kerja di atasannya hingga pada organisasi secara keseluruhan.

“Setiap instansi pemerintah sesuai dengan tugas dan fungsinya, juga harus memiliki kontribusi yang terukur terhadap kinerja pemerintah secara keseluruhan,” ucapnya.

Dikesempatan itu juga, Yuddy menjabarkan esensi dari apa yang ingin dicapai dari Reformasi Birokrasi, yakni untuk menjamin dan memastikan penyelenggaraan pemerintah yang bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

“Menjamin dan memastikan kinerja yang efektif dan efisien, yakni kerja yang tepat dalam menggunakan anggaran serta tidak boros, serta menjamin dan memastikan pelayanan publik yang semakin baik dari waktu ke waktu,” paparnya.

Dia mengemukakan, semua aparatur negara tanpa terkecuali harus menjalankan perannya masing – masing dengan baik. Jika tidak, percuma saja masyarakat memiliki aparat. Seperti TNI dan Polri harus bisa mewujudkan rasa aman dan nyaman dengan cara memberikan pengayoman kepada masyarakat.

“Dengan demikian, masyarakat bisa merasakan keberadaan aparat dan mereka nyaman. Begitu juga dengan pemerintahan, harus berfungsi dengan baik memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Yuddy.

Semua instansi, kata MenpanRB, baik TNI, POLRI, BIN, Kehakiman, BPN, Rumah Sakit, Bandara, Pelabuhan dan apapun bentuknya, memiliki fungsi masing – masing dalam melayani masyarakat.

“Ingat esensi pemerintah adalah memberikan pelayanan kepada rakyat. Kebahagiaan yang dirasakan rakyat harus dibarengi dengan rasa aman. Intinya pemerintah adalah untuk melengkapi kebahagiaan rakyat. Untuk itulah perlu adanya standard pelayanan publik berdasarkan kompetensi dari tingkat pusat sampai ke daerah,” ujar Yuddy.

Pada kegiatan itu, turut hadir Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Bupati Natuna Hamid Rizal, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah dan Kepala Badan Intelijen Daerah Kepulauan Riau Julius Sitanggang.

Diacara itu, Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan profesionalitas pegawai memang sangat dibutuhkan untuk menjawab berbagai tantangan global saat ini. Pegawai harus bekerja keras dalam menghadapi persaingan, dan pada akhirnya Indonesia, khususnya Kepri harus keluar sebagai pemenang dalam persaingan ini.

“Presiden mengingatkan saya pada saat pelantikan, yakni jangan ada proyek yang telat di Kepri, jangan hanya menerima laporan dengan duduk di belakang meja, bangun terus infrastruktur apapun kondisinya, dan terakhir kita harus menjadi pemenang dalam persaingan global ini,” kata Nurdin.

Sebagai bangsa besar, kata Nurdin, jika kita kalah dalam bersaing jangan menyalahkan alam dan lingkungan, namun diri sendirilah yang patut disalahkan.

“Kekayaan alam kita berlimpah. Tinggal SDM saja yang perlu kita kuatkan terus untuk mengolah,” ucapnya. (ALPIAN TANJUNG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.