Nenek Penderita Kanker Payudara Butuh Uluran Tangan

by -297 views
by
Penderita Kanker Payudara Stadium empat saat dirawat di RSUD Tanjungpinang. Foto SYAIFUL AMRI
Penderita Kanker Payudara Stadium empat saat dirawat di RSUD Tanjungpinang. Foto SYAIFUL AMRI

Tanjungpinang, (MK) – Seorang nenek berusia 63 tahun Suparnah membutuhkan uluran tangan dari pemerintah. Nenek yang merupakan warga Kijang Lama, RT 03/ RW 05 Kelurahan Kota Piring Kecamatan Tanjungpinang timur ini divonis menderita kanker payudara stadium empat.

Sementara, suami dari Suparnah yakni Salihin (67) hanya bekerja sebagai tukang becak di Tanjungpinang. Salihin menangis haru saat beberapa awak media datang menjenguk istri tercintanya yang dirawat di RSUD Kota Tanjungpinang, Sabtu (18/5) sekitar pukul 19.03 WIB.

Saat ini, istri hanya berbekalkan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan kondisi istrinya semakin memburuk dan hanya berharap uluran tangan dari pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan baik Provinsi Kepri maupun Kota Tanjungpinang.

“Kami hanya ada BPJS saja, itupun banyak obat yang tak ditanggung. Dokter disini tak berani kasih obat, karena takutnya semakin ganas kankernya. Sampai saat ini, kami terlunta – lunta seperti ini,” ucap Salihin saat ditemui di RSUD Tanjungpinang, Sabtu.

Salihin mengutarakan, dirinya pernah menghadap Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam untuk meminta bantuan biaya perobatan, namun tidak digubris.

“Sebenarnya, saya sudah ajukan bantuan dengan Pak Rustam, dan Pak Rustam hanya bantu Rp300 ribu. Itupun kami menunggu selama dua bulan baru dikasih dan selanjutnya kami hanya diacuhkan saja,” katanya dengan isak tangisnya.

Dia juga pernah meminta bantuan kepada Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, akan tetapi peristiwa yang sama terulang kembali.

“Saya juga pernah menghadap ke Pak Parno, tapi tidak ada respon dan menghindari kami, seakan tahu bahwa kami ingin meminta bantuannya. Kami ini orang susah, jangankan uang untuk berobat, makan pun sehari kadang makan kadang tidak. Apa lagi saya sudah tidak bekerja lagi, rumah kami pun sudah tergadai, kami tidak punya apa – apa lagi,” ucapnya.

Anehnya, ketika MetroKepri.com menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam hanya mengarahkan ke salah satu stafnya.

“Untuk melayani dan mencatat data – data bantuan di Dinkes Tanjungpinang langsung saja ke bidang pelayanan kesehatan ya mas,” ujar Rustam saat membalas pesan singkat MetroKepri.com. (SYAIFUL AMRI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.