
Tanjungpinang, (MK) – Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kepri, Hj. Noor Lizah Nurdin Basirun menggelar peluncuran secretariat lembaga koordinasi kesejahteraan keluarga (LK2S) Provinsi Kepri, serta meluncurkan Klinik Low Vision dan Klinik Deteksi di Jalan Engku Putri, Tanjungpinang, Jumat (28/4/2017).
Klinik ini juga diperuntukan bagi masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan dan yang menderita kanker.
Istri Gubernur Kepri ini juga mengatakan istilah Low Vision masih asing bagi masyarakat, padahal ini berbeda dengan cacat netra. Hal itu karena orang yang mengalami gangguan Low Vision masih bisa melihat meskipun tidak jelas. Meski begitu, jika tidak ditangani segera akan bisa menghilangkan penglihatan.
“Karena itulah, kami dari LK2S melakukan penanganan dini dengan melakukan sosialisasi low vision kepada masyarakat. Kegiatan kita ini seiring dengan program WHO dalam upaya penanggulangan kebutaan secara dini dalam Vision 2020 dengan melibatkan pemerintah dan seluruh stakeholder masyarakat,” papar Noor Lizah usai meresmikan sekretariat LKKS, Klinik Low Vision dan Klinik Deteksi Dini YKI Kepri.
Selain Low Vision, pada kesempatan yang sama juga diluncurkan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Kepri yang merupakan cabang dari YKI Pusat. Pendirian YKI Provinsi Kepri yang diprakarsai oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kepri ini dilandasi atas semakin banyaknya penderita kanker di Kepri. Apabila deteksi dini penyakit kanker bisa dilakukan, maka bisa menekan angka kematian.
“Ada 3 terobosan yang dilakukan YKI Kepri, yakni mendirikan sekretariat, menyediakan klinik untuk deteksi dini kanker dengan dokter umum setiap hari, dokter Onkologi setiap Rabu, disediakan juga rumah singgah untuk pasien selama berobat,” ujarnya.
Noor Lizah berharap kehadiran LK2S dan YKI Kepri mampu menjawab permasalahan kesehatan masyarakat khususnya masalah mata dan kanker.
Sementara, Gubernur Kepri yang diwakili Asisten I Provinsi Kepri, Raja Ariza menyambut gembira kehadiran Sekretariat LKKS, Klinik Low Vision dan Klinik Pendamping YKI Kepri. Gubernur juga berharap bisa menjadi wadah dengan peranan yang sangat penting untuk mengatasi masalah sosial masyarakat.
“Karena sekretariat LKKS ini berupa kemiteraan, maka kedepan kami berharap bisa lebih berkembang tidak hanya di bidang kesehatan tetapi juga pendidikan,” ucap Raja Ariza.
LKKS diharapkan bisa mengajak pihak ketiga bermitera dalam bidang pendanaan seperti mengajak perusahaan – perusahaan dengan dana CSR – nya. (RUDI PRASTIO)
