Bintan, (MK) – Pendapatan sopir taksi Kijang, Kabupaten Bintan menurun sejak tahun 2014 lalu. Hal itu disebabkan tutupnya sejumlah perusahaan tambang bauksit di Bintan khususnya Kijang.
Sehingga masyarakat yang menggunakan jasa angkutan taksi dari Kijang ke Tanjungpinang minim.
Masyarakat yang akan berpergian ke Tanjungpinang lebih memilih naik motor pribadi.
“Lapangan kerja saat ini minim, sehingga yang menggunakan jasa angkutan taksi juga sudah sangat jarang,” ujar salah seorang sopir taksi Kijang, Sihotang, Rabu (3/6).
Ia mengatakan, minimnya pendapatan para sopir saat ini karena ekonomi pendapatan masyarakat menurun. Saat ini yang dapat diandalkan dari beberapa sektor infornal.
“Tapi daya beli masyarakat juga menurun,” imbuhnya.
Menurutnya, saat lapangan kerja di Kijang masih ada, pendapatan supir dapat dikatakan ada. Minimal Rp200 ribu dapat untuk operasional sehari – hari, namun saat ini rata – rata pemilik taksi lebih memilih menyimpan mobilnya di rumah karena tak ada penumpang.
“Bisa – bisa tekor jika memaksakan narik, karena pendapatan dari nyopir taksi sudah jauh dari yang diharapkan,” ucapnya. (RAMDAN)