Optimalkan Pelayanan, Peserta BPJS Kesehatan Tanjungpinang Capai 69 Persen

by -116 views
Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang, Agusrianto Disela sela Gathering Bersama Pers
Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang, Agusrianto Disela sela Gathering Bersama Pers

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Sebagai badan hukum publik yang lebih dari empat tahun mengelola Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS), BPJS Kesehatan selalu mengoptimalkan pelayanan kepada peserta, baik itu di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan juga di fasilitas kesehatan tingkat rujukan.

Sesuai dengan peta jalan (Roadmop) JKN yang disusun oleh Dewan Jaminan Sosial Nasional (DISN) direncanakan seluruh penduduk Indonesia pada tahun 2019 akan mendapatkan jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan atau disebut juga cakupan semesta (universal Health Coverage).

“Sampal dengan Agustus 2018, total peserta JKN – KIS wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang sebanyak 408.194 peserta (69%). Total peserta ini dari semua segmen yaitu Penerima luran (PBI), Pekerja Penerima Upah (PPU), Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP),” papar Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang, Agusrianto kepada sejumlah awak media saat gathering bersama Pers di Morning Bakery D’Green Km 8 atas, Tanjungpinang, Kamis (6/9/2018).

Agus mengutarakan, adapun wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang yaitu Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Kabupaten Natuna, Kabupaten Lingga dan Kabupaten Kepulauan Anambas.

Masih kata dia, total peserta masing – masing Kota/ Kabupaten tersebut adalah 173.914 peserta untuk Kota Tanjungpinang, 107.265 peserta untuk wilayah Kabupaten Bintan, 45.649 peserta untuk wilayah Kabupaten Lingga, 34.876 peserta untuk wilayah Kabupaten Natuna dan 46.490 peserta untuk wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas.

“Sampai dengan Agustus 2018, BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang telah bekerja sama dengan 93 fasilitas kesehatan tingkat pertama (EKTP), 10 rumah sakit dan 1 klinik utama mata, 7 apotek PRB dan 6 optik,” ujarnya.

Secara nasional, kata Agus, sampai dengan 10 Agustus 2018, terdapat 200.734.182 jiwa penduduk Indonesia yang bekerja sama dengan 22.390 FKTP yang terdiri dari 9.884 Puskesmas, 5.058 Dokter Praktik Per orangan.

“Sementara di tingkat FKTRL, BPJS Kesehatan telah bermitra dengan 2.424 RS dan Klinik Utama, 1.579 apotik dan 1.080 optik telah menjadi peserta program JKN – KIS,” ucapnya.

Untuk diketahui, Agus menegaskan terkait adanya informasi yang selama ini menjadi viral di media sosial (medsos) yang mengatakan bahwa ibu hamil yang mau melahirkan tidak ditanggung BPJS Kesehatan adalah tidak benar.

“Saya menghimbau bagi ibu – ibu hamil untuk segera mendaftarkan anaknya ke BPJS Kesehatan sejak anak tersebut sudah memiliki detak jantung agar terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan,” imbuhnya. (NOVENDRA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.