
Natuna, (MK) – Pasca kebakaran yang menghanguskan enam rumah dan satu gudang di Kelurahan Sedanau Kecacamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna pada Minggu (23/4/2017) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari menyebabkan pusat perekonomian didaerah tersebut lumpuh saat ini.
“Lokasi kebakaran di depan pelabuhan dan tidak jauh dari rumah saya. Daerah itu merupakan pusat pasar belanja bagi warga dari luar Sedanau (Pulau Luar) dan hampir 80 persen pusat perekonomian di lokasi tersebut,” papar salah seorang warga Sedanau, Abdulrahman kepada MetroKepri.com melalui telepon selulernya, Senin (24/4/2017).
Eman sapaan akrab Abdulrahman yang merupakan alumni Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang ini juga menilai, daerah yang terbakar tersebut merupakan jantungnya ekonomi di Sedanau.
“Memang masih ada toko lain disini, tetapi jantung ekonomi Sedanau ini Pak Nato. Baik usaha ikannya, cengkeh, bahan – bahan bangunan, dan perlengkapan nelayan, Pak Nato yang pegang,” ujarnya.
Dia mengutarakan, untuk sementara ini tidak ada yang bisa diperbuat. Bekas kebakaran masih dipasang garis kuning (Police Line) dan tidak ada yang boleh masuk.
“Informasi yang saya dapat, pihak kepolisian masih mengusut dugaan penyebab kebakaran itu hingga saat ini. Para saksi juga masih dimintai keterangannya,” ucap Eman.
Dari pantaunannya di lokasi kebakaran, ada beberapa rumah dan toko yang hangus dilalap api, yakni Pos Syabandar, Ruko Nato, Gudang Nato, Rumah Makan Alim, Runah Kok Cin, Kedai Atan, Kedai Kain Haji Joni.
“Setahu saya tidak ada korban jiwa, hanya itu yang terbakar. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 8 pagi dengan menggunakan mesin Alkon, karena Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) disini tidak ada,” katanya.
Dia mengemukakan, saat kebakaran kemarin ada belasan mesin Alkon yang dipergunakan untuk memadamkan api serta dibantu oleh pihak TNI, Polisi, dan warga sekitar.
“Dugaan sementara, api berasal dari gudang Pak Nato. Sekitar jam 4 kurang 15, gudang Pak Nato sudah penuh dengan api dan menyambar depan Kantor Syahbandar serta ada ledakan gas, tiner atau cat,” imbuhnya.
Hingga kabar ini diposting, redaksi MetroKepri.com belum bisa menghubungi pihak Polisi Resor (Polres) Natuna. (ALPIAN TANJUNG)
