PAW, Lamen Sebut “Emang Gue Pikirin”

by -290 views
Ketua DPRD Kabupaten Bintan, Lamen Sarihi SH. Foto ALPIAN TANJUNG
Ketua DPRD Kabupaten Bintan, Lamen Sarihi SH. Foto ALPIAN TANJUNG

Tanjungpinang, (MK) – Rencana DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Bintan kubu Abu Rizal Bakri akan melakukan pengganti antar waktu (PAW) terhadap Lamen Sarihi sebagai anggota DPRD Kabupaten Bintan, dinilai tidak sesuai aturan partai.

Baca: http://www.metrokepri.co.id/golkar-akan-paw-ketua-dprd-bintan/

Statemen Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bintan, Nesar Ahmad di beberapa media lokal belum lama ini juga ditanggapi Lamen dengan santai yang dibarengi candaan.

“Saya sebenarnya enggak mau tanggapi. Kalau kita disini bilang “Emangnya Gue Pikirin,” ucap Lamen saat dijumpai beberapa media di Tanjungpinang, Minggu (13/12).

Menurut dia, hal itu hanya membuang energy dan waktu saja. “Jelek – jelek gini kan sudah S2 master hukum,” ujarnya.

Artinya, kata dia, itulah guna dan manfaatnya menuntut ilmu untuk berfikir, belajar, mempelajari aturan – aturan yang berlaku, baik aturan yang berlaku sesuai aturan Partai Golkar maupun aturan hukum.

“Kalau saya buat begini apakah sudah tepat dan benar atau sebaliknya dan jangan hanya jadi candaan serta tertawaan orang. Sekarang ini, kami Partai Golkar Agung Laksono bagaimana upaya agar Golkar bersatu kembali kader – kader yang sedang keluar dan menyeberang ke partai lain agar kembali lagi ke Golkar,” papar Ketua DPRD Kabupaten Bintan ini.

Lamen mengutarakan, hal ini untuk membangun Partai Golkar, baik di pusat maupun di daerah agar maju dan besar.

“Mencari kader – kader yang potensi sekarang sudah sulit. Saya heran kenapa kader Golkar mau main pecat sana pecat sini, apalagi teman – teman yang belum lama bergabung di Partai Golkar, harus sadari ini,” ucapnya.

Dia mengatakan, sekalipun DPP Partai Golkar kubu Agung Laksono yang disahkan oleh Menkumham atau yang diakui Negara RI, hingga saat ini belum dibatalkan.

“Justru kubu Agung Laksono yang sebenarnya mengajukan pemecatan dan PAW terhadap anggota DPRD, tapi kami enggak mau dianggap arogan,” katanya.

Karena, pihaknya ingin menjaga keutuhan dan kekompakan Partai Golkar dan menjaga imeg masyarakat.

“Jangan dianggap kami yang merusak keutuhan Partai Golkar. Jangan sampai dibilang kami ini sombong, dan angkuh. Ini yang kami jaga,” ucapnya.

Lamen juga menyampaikan, kabar pemecatannya sudah beredar sejak menjadi pimpinan Munas Golkar Ancol Jakarta. Hampir setiap saat diberitakan, baik statemen dari Agustar maupun Suyono Saeran sebagai pengurus Partai Golkar Kepri kubu ARB.

“Kemudian stateman anggota DPRD Bintan, Nesar Ahmad. Jadi, ini benar – benar saya ini dikeroyok,” katanya sambil tersenyum.

Sedangkan, kata dia, terkait dengan pilihan demokrasi yang memilih Partai Golkar kubu Agung Laksono merupakan haknya. Siapaun harus menghargai hak demokrasi itu.

“Kok ada yang marah saya memilih demokrasi yang tidak lagi sejalan dengan kita, kan aneh. Apalagi masih sama – sama satu rumah. Partai Golkar saat ini hanya beda kamar saja. Masak saya pilih Golkar kubu Agung Laksono, kok mau dipecat. Aneh bin ajaib,” canda Lamen.

Dia mengemukakan, harus diketahui dan dimengerti juga bahwa Partai Golkar bukan perusahaan atau CV yang tergantung Direkturnya.

“Saya tidak pernah mengganggu pilihan dan hak demokrasi orang lain dan saya justru mendukung dan menghargai pilihan politik dan hak demokrasi seseorang. Hidup ini harus jaga sopan santun, menghargai orang lain, dan jangan sombong, serta jangan angkuh,” ucapnya.

Permasalahan ini juga, Lamen menyerahkannya kepada Ketua DPD Partai Golkar Bintan kubu Agung Laksono, Drs. H. Dalmasri Syam dan apapun keputusannya nanti. (ALPIAN TANJUNG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.