Lingga, (MetroKepri) – Gangguan listrik yang cukup sering dirasakan masyarakat Kecamatan Selayar, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, dalam dua bulan terakhir mendapat perhatian serius dari PT PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Dabo Singkep.
PLN bersama Pemerintah Kecamatan Selayar, pemerintah desa, aparat keamanan dan masyarakat turun langsung melakukan gotong royong membersihkan vegetasi di sekitar jaringan listrik.
Kegiatan tersebut diawali dengan apel gabungan bertema “Bergandeng Tangan, Menyalakan Semangat di Bulan Kemerdekaan” di Lapangan Merdeka Desa Penuba, Kecamatan Selayar, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama mengurangi potensi gangguan pada jaringan listrik, khususnya yang disebabkan pepohonan dan vegetasi yang berada terlalu dekat dengan jaringan.
Camat Selayar, H. Abdul Kamar, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil koordinasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan PLN sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap persoalan kelistrikan yang dirasakan masyarakat.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bergabung pada pagi hari ini untuk melaksanakan apel dan gotong royong. Kegiatan ini merupakan inisiatif bersama antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan pihak PLN,” ujar Abdul Kamar.
Menurutnya, gotong royong tersebut tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial. Pembersihan lingkungan di sekitar jaringan listrik harus dilakukan secara berkelanjutan untuk membantu mengurangi potensi gangguan yang berdampak kepada masyarakat.
Abdul Kamar mengatakan, berdasarkan evaluasi dan penjelasan PLN, pepohonan yang terlalu dekat dengan jaringan menjadi salah satu faktor yang berpotensi memicu gangguan. Selain itu, gangguan juga dapat disebabkan faktor lain seperti binatang, angin kencang hingga tingginya beban pada jaringan tertentu.
“Untuk mengatasi hal tersebut, salah satunya kita harus melaksanakan aktivitas gotong royong. Kita sama-sama melihat kondisi di lapangan. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini potensi gangguan dapat kita minimalisasi,” katanya.
Sementara itu, Direktur ULP PLN Dabo Singkep, Suheri, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kecamatan Selayar dan masyarakat yang ikut turun langsung dalam kegiatan tersebut.
Suheri menegaskan, gotong royong bukan kegiatan yang hanya dilakukan sekali. PLN berharap sinergi dengan pemerintah, aparat keamanan, pemerintah desa dan masyarakat dapat terus berjalan untuk menjaga keandalan jaringan listrik.
“Terima kasih karena kami sudah diterima dengan baik di Pulau Selayar. Kegiatan gotong royong ini hanya awal, bukan berarti hari ini saja. Kita akan terus sama-sama membangun daerah kita,” ujar Suheri.
Ia menjelaskan, PLN memang memiliki tanggung jawab dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan. Namun, kondisi lingkungan di sekitar jaringan juga membutuhkan perhatian dan dukungan masyarakat.
Terlebih, sebagian jaringan listrik di Selayar masih menggunakan jaringan udara yang melewati kawasan dengan vegetasi cukup lebat.
“Di sini jaringan kita masih udara dan tidak berbungkus. Karena melewati hutan, potensi gangguannya tinggi. Kita lihat ada pohon-pohon yang sudah kering. Kita tinggal menunggu kapan pohon itu patah dan menimpa jaringan,” jelasnya.
Menurut Suheri, pohon tumbang maupun dahan yang menyentuh jaringan tidak hanya dapat menyebabkan aliran listrik terputus, tetapi juga berpotensi merusak peralatan kelistrikan PLN.
Karena itu, PLN mengimbau masyarakat ikut memperhatikan ruang bebas di sekitar jaringan listrik. Jarak aman yang ideal, kata Suheri, sekitar tiga meter dari ujung kabel terhadap bangunan maupun pepohonan.
“Jaringan listrik itu idealnya tiga meter bebas dari bangunan dan pohon, dihitung dari ujung kabel. Itu harus bebas,” katanya.
Suheri juga menjelaskan bahwa setiap gangguan pada jaringan akan direspons sistem pengaman secara otomatis. Ketika terjadi gangguan, sistem akan memutus bagian jaringan tertentu untuk mencegah kerusakan yang lebih luas.
“Kalau jaringan kita terganggu, pengaman akan bekerja. Jadi ketika ada gangguan, sistem akan memutus bagian tertentu. Itu salah satu cara untuk mengamankan jaringan,” jelasnya.
Di tengah kondisi tersebut, Suheri mengakui masyarakat Selayar memang cukup sering mengalami gangguan listrik dalam sekitar dua bulan terakhir. Atas kondisi itu, PLN menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan.
“Kami mohon maaf atas gangguan yang sering terjadi dalam dua bulan belakangan ini,” ujarnya.
Melalui kegiatan gotong royong tersebut, PLN bersama pemerintah dan masyarakat kemudian melihat langsung kondisi jalur jaringan serta mengidentifikasi titik-titik yang dinilai berpotensi menjadi sumber gangguan.
Pembersihan dan pemangkasan vegetasi di sekitar jaringan diharapkan dapat mengurangi risiko dahan menyentuh kabel maupun pohon tumbang ke jaringan saat terjadi angin kencang. (*)
