Pelaksanaan Demokrasi di Kepri Dinilai Berjalan Baik

by -214 views
by
Para Narasumber Dalam Seminar Sehari Komunitas Bakti Bangsa
Para Narasumber Dalam Seminar Sehari Komunitas Bakti Bangsa

Tanjungpinang, (MK) – Komunitas Bakti Bangsa Provinsi Kepri menggelar seminar yang mengangkat tema “Penegakan HAM dan Demokrasi Sebagai Implementasi Nilia – Nilai Pancasila” di Aula MAN Tanjungpinang, Rabu (28/12).

Dalam seminar yang dihadiri 150 orang mahasiswa ini, Dosen Jurusan Ilmu Administrasi Negara Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Afriandri menilai, pelaksanaan demokrasi di Provinsi Kepulauan Riau selama ini sudah berjalan dengan baik.

“Ada banyak peristiwa sehari – hari di Kepri terkait implementasi dari nilai – nilai demokrasi yang berjalan cukup baik,” papar Afriandri yang juga pemateri dalam seminar tersebut.

Dia mengutarakan, sampai saat ini nyaris tidak ada terdengar peristiwa yang melarang aksi unjuk rasa dan menggunakan hak suara saat Pilkada.

“Pemerintah pun menerima kritikan yang disampaikan warga, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sebaiknya, pemerintah meresponnya jika kritikan itu untuk membangun dan kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, Pers juga berkembang pesat dan masyarakat mudah memperoleh informasi. Pelaksanaan demokrasi juga harus sesuai nilai – nilai Pancasila yang diiringi dengan pemahaman hukum sehingga tidak terjadi pelanggaran.

“Sementara terkait penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Kepri masih terdapat permasalahan, terutama terhadap anak – anak yang masih bekerja. Anak – anak harus menerima pendidikan secara maksimal, dan tidak boleh bekerja,” ucapnya.

Dia mengemukakan, anak – anak harus bersosialisasi dengan teman – temannya di sekolah dan lingkungannya. Penegakan HAM harus sesuai dengan nilai – nilai Pancasila dan UUD tahun 1945.

Dikesempatan yang sama, Kepala Kesbangpolinmas Kepri Syafri Salisman yang juga narasumber dalam seminar itu mengatakan penanaman nilai – nilai Pancasila oleh generasi muda saat ini dapat menjadi upaya nyata dalam meningkatan penegakan HAM dan demokrasi.

“HAM sebagai hak dasar yang dimiliki manusia dan salah satu anugerah Tuhan sebagai kodratnya sebagai mahluk hidup untuk menerima dan mendapatkan hak – hak yang menjadi lumrah dalam dirinya banyak terabaikan,” katanya.

Masih kata Syafri, seperti murahnya nyawa seseorang. Maraknya tindak kejahatan yang mengancam nyawa, serta berbagai macam persoalan lainnya yang menyangkut persoalan SARA, keterbatasan berpendapat dan lain sebagainya.

“Untuk mencegah hal itu, perlu mengimplementasikan nilai – nilai Pancasila,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Pelaksana Seminar, Irma. Dia mengatakan pemerintah saat ini sedang gencar – gencarnya melakukan sosialisasi serta berbagai program kegiatan untuk menambah pengetahuan dan wawasan kepada generasi muda.

“Yang mana penanaman nilai ini nantinya akan menjadi benteng bagi generasi muda Indonesia dalam mempertahankan bangsa dan negara,” ucapnya. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.