Pembangunan IPLT Natuna Telan Anggaran Sekitar Rp4 Miliar

by -332 views
by
Kondisi Atap IPLT Banyak Yang Lepas. Foto MANALU
Kondisi Atap IPLT Banyak Yang Lepas. Foto MANALU

Natuna, (MK) – Pembangunan Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) di Kabupaten Natuna dikatakan menelan anggaran kurang lebih Rp4 miliar.

Akan tetapi, Kepala Seksi Air Minum dan Sanitasi dari Dinas Perkim Suratmojo ST yang biasa dipanggil Jojo ini mengaku tidak tahu secara pasti anggaran untuk proyek tersebut.

Padahal saat dikonfirmasi sebelumnya, Jojo mengatakan akan berusaha untuk mencari informasi anggaran dan dokumen dari proyek tersebut. Usaha Jojo ini terkendala karena dia baru menjabat, untuk urusan pembangunan fisik IPLT ini merupakan urusan Satker Penyehatan Lingkungan Pemukiman (PLP) Provinsi Kepri.

“Anggarannya kurang lebih Rp4 miliar. Berapa kurang lebihnya, saya tidak tahu. Saya tidak ada dokumen kontraknya. Kenapa, tahun 2016 sudah selesai dibangun tetapi tidak dioperasikan di tahun 2017. Tugas kami pada tahun 2017 adalah membuat kajian melalui penyusunan kajian akademik dengan pendampingan dari satker dan konsultan yang ditunjuk satker menyangkut kelembagaan,” papar Jojo saat dijumpai di kantornya, Jumat (02/03/2018) siang.

Masih kata dia, UPT sudah terbentuk dan mereka yang akan mengoperasionalkannya melalui pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha dengan kontribusi yang diatur oleh Perbup dengan penjadwalan secara rutin dan nantinya ada nilai yang harus dibayarkan dalam pelayanan masyarakat yang kontribusinya pada kas daerah.

“Kita tak bisa berbuat apa – apa dengan kondisi bangunan IPLT saat ini, sebagian atap terlepas dan tidak terawat karena penganggarannya belum dibuat. Setelah diserahterimakan baru menjadi tanggungjawab daerah melalui dinas untuk dipelihara dan dirawat dengan baik,” ujarnya.

Dengan anggaran Rp4 miliar lebih, Jojo tidak mengetahui apa – apa saja yang dibangun pada pembangunan IPLT selain gedung kantor dan instalasi pengolahan yang terdiri dari beberapa kolam bak.

“Yang ada di Sebayar itulah yang dibangun dengan anggaran miliaran tersebut. Untuk penambahan bangunan tidak ada lagi,” ucapnya.

Mengenai pihak terkait yang bisa dihubungi di Satker PLP Provinsi Kepri, Jojo memberikan no HP 0811xxx atas nama Feri. Tapi saat dihubungi via HP, no dalam keadaan tidak aktif.

Pantauan di lokasi, bangunan yang dibangun dengan anggaran hingga miliaran rupiah ini mengalami kerusakan pada atapnya. Bangunan ini juga merupakan aset negara yang akan dihibahkan ke Kabupaten Natuna dan saat ini akan diserah kelolakan/ pinjam pakai. (MANALU)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.