Penimbunan Tanah Gedung Daerah Natuna Telan Anggaran Rp10 Miliar

by -359 views
Lokasi Penimbunan Tanah Pembangunan Gedung Daerah. Foto MANALU
Lokasi Penimbunan Tanah Pembangunan Gedung Daerah. Foto MANALU
Iklan Banner

Natuna, (MK) – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Kabupaten Natuna menyebutkan anggaran penimbunan tanah pembangunan Gedung Daerah Kabupaten Natuna Rp 10 miliar.

“Gedung daerah itu konsepnya kawasan. Seluruh kawasan gedung daerah ini rencananya akan memakai anggaran Rp60 miliar. Disitu akan ada rumah Dinas Bupati, lapangan upacara, air mancur, pendopo, guest house untuk para tamu yang datang dari luar daerah seperti menteri dan lain – lain,” papar PPTK Pembangunan Gedung Daerah Kabupaten Natuna, Wan Tahriri saat ditemui diruang kerjanya di Dinas Perkim Kabupaten Natuna, Kamis (8/2/2018).

Masih kata dia, tahun lalu pelaksanaannya dimulai dengan penimbunan tanah di lokasi yang berada tepat disamping gedung kantor Dharma Wanita. Penimbunan ini memakai tanah urukan pilihan sebanyak empat puluh ribu kubik dengan satuan harga terpasang yakni sekitar Rp180.000/ kubik. Satuan harga terpasang maksudnya hasil sudah padat dan sudah jadi.

“Anggaran untuk penimbunan ini Rp10 miliar. Kalau dilihat dari topografis lokasinya yang cekung, tidak cukup lah Rp10 miliar untuk menimbunnya dengan tanah,” ujar Tahriri blak – blakan.

Dia mengutarakan perencanaan awal pembangunan Rumah Dinas Bupati seharusnya di Gedung Dharma Wanita. Karena di lokasi itu sudah dibangun Gedung Dharma Wanita, lokasinya sekarang jadi bergeser sehingga konsepnya cukup sulit dengan menambah banyak lagi timbunan.

“Dengan kata lain, site plan awal lari,” ucapnya.

Selain itu, kata dia, pada tahun 2016 lalu anggaran kegiatan ini main sebut saja tanpa melihat kondisi topografisnya seperti apa.

“Dari pada barang itu tak masuk,” katanya.

Dia juga sudah menyampaikan agar lokasinya lebih baik dipindahkan, karena melihat posisi topografis yang harus diperhitungkan secara matang.

“Kalau untuk DED – nya, saya tidak tahu pasti perjalanannya. Karena saya baru tahun lalu masuk ke dinas ini,” tuturnya.

Dia mengemukakan, dikarenakan lelangnya kemarin agak dibelakang otomatis pekerjaan itu overhead. Biayanya itu pasti akan naik karena jam lembur bertambah. Hal ini bukan hanya pihak konsultan saja yang berpikir, selaku pemilik pekerjaan yakni dinas juga harus berpikir.

Menurutnya, dimana – mana pekerjaan yang mepet itu biayanya akan semakin naik apalagi untuk mengejar akhir tahun anggaran dan harus selesai dalam waktu sekian bulan, tentu peralatan dan tenaga kerja harus ekstra.

“Tahap selanjutnya, ditahun ini adalah pelaksanaan pembangunan fisik Rumah Dinas Bupati dengan anggaran Rp14 miliar dan memakai tiang pancang beton yang dibeli dari luar,” ucapnya. (MANALU)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.