Lingga, (MK) – Sebanyak 180 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Raja Haji Tanjungpinang, mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Lingga pada Senin (25/7) kemarin.
Ratusan mahasiswa tersebut, resmi dilepas ke desa – desa oleh Ketua STISIPOL Raja Haji dan Yayasan Raja Haji Fisabilillah.
Ketua Panpel KKN, Ferizone melalui P3M STISIPOL Raja Haji, Riau Sujarwani menyampaikan, mahasiswa yang KKN di Kabupaten Lingga ada 180 orang.
“Sedangkan, di Kabupaten Bintan 13 mahasiswa, di Malaysia 127 mahasiswa. Sehingga total mahasiswa yang mengikuti program KKN ada 320 mahasiswa,” ucap Riau Sujarwani.
“Dalam kegiatan KKN khususnya di Lingga dan Bintan kita akan melakukan program pemberdayaan masyarakat pesisir, mengingat kondisi dan situasi tempat KKN juga mendukung itu. Kegiatan KKN kita lakukan di tiga tempat dua domestik Bintan dan Lingga serta Malaysia,” kata Riau Sujarwani.
Dia mengemukakan, untuk di Kabupaten Lingga ada 18 desa yang menjadi target dan masing – masing ada 12 mahasiswa serta didampingi oleh dosen pembimbing.
Terpisah, Ketua STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang, Endri Sanopaka mengatakan, mahasiswa yang mengikuti program pengabdian bisa berkontribusi lebih kepada masyarakat di desa – desa yang ada di Kabupaten Lingga.
“Mudah – mudahan, mahasiswa yang ada di Lingga nantinya bisa mengaplikasikan program – program pemberdayaan pesisir dan ini merupakan bentuk atau wujud tridarma perguruan tinggi,” paparnya.
Dia mengutarakan, untuk di Kabupaten Lingga akan dilaksanakan gotong royong membersihkan situs – situs bersejarah seperti Istana Kota Baru dan Benteng Bukit Cening serta kemungkinan membuka akses ke situs – situs lain yang merupakan bagian dari sejarah kesultanan Riau – Lingga.
“Untuk di Bintan, kita akan mencoba mengembangkan potensi ekotourism yang berbasis pemberdayaan masyarakat dengan membuat homestay. Kita akan dibantu oleh dosen dari University Sultan Zainal Abidin Terengganu yang berpengalaman mengembangkan homestay di Malaysia,” ucapnya. (Red)
