Tanjungpinang, (MetroKepri) – Tumpukkan stockpile biji bauksit pasca tambang di wilayah Provinsi Kepri khususnya (Tanjungpinang-Bintan) kembali disoroti masyarakat. Sebelumnya disoroti LSM Gapalih Kepri, kini disoroti oleh pemerhati lingkungan setempat.
Ketua LSM Kepri Hijau Tedy menyampaikan penumpukkan stockpile biji bauksit ini dapat mengakibatkan lambatnya proses reklamasi dan berdampak pada lingkungan sekitar.
“Harusnya, stockpile yang tersisa harus dibersihkan hingga lahan tambang tersebut bisa dihijaukan kembali atau digunakan untuk kepentingan yang lebih bermanfaat,” papar Tedy, Sabtu (20/5/2023).
Masih kata Tedy, jika stockpile itu masih bisa mendatangkan income bagi daerah, mengapa tidak dijual. Dan, seharusnya sisa pertambangan bauksit yang masih menggunung dibeberapa wilayah di Kepri dibersihkan.
“Kalau itu bisa mendatangkan income bagi daerah, kenapa tidak,” ujarnya.
Ketua LSM Kepri Hijau itu mendukung jika ada relugasi yang mengatur dan sesuai dengan peraturan yang ada. Tapi, reklamasi harus segera dilaksanakan agar dapat kembali hijau.
“Kami siap membantu pihak-pihak yang ingin menghijaukan atau melakukan reklamasi jika itu benar-benar terlaksana,” ucap Tedy.
Sebelumnya, Jufri atas nama LSM Gapalih sangat mendukung bila satu pengusaha yang mengelola stockpile biji bauksit tersebut dijadikan nilai ekonomis atau dijual ke smellter yang sudah ada.
“Apabila ini dilakukan, maka ada pergerakan ekonomi di masyarakat serta terbukanya lapangan kerja non permanen, namun bisa memberi sedikit pendapatan bagi masyarakat pasca Covid 19,” katanya. (*)
Editor: Ian
