Pemprov : Ideologi Indonesia Perlu Diperkuat

by -254 views
Kepala Bidang Ideologi Badan Kesbangpol Kepulauan Riau (Kepri), Syamsir menyampaikan, Pancasila sebagai ideologi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau seperti pondasi rumah yang harus diperkuat.(metrokepri.co.id/Ist)

Tanjungpinang, (MK) – Kepala Bidang Ideologi Badan Kesbangpol Kepulauan Riau (Kepri), Syamsir menyampaikan, Pancasila sebagai ideologi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau seperti pondasi rumah yang harus diperkuat.

“Hal ini juga untuk mencegah perpecahan bangsa,” ucap Syamsir kepada wartawan di aula Asrama Haji Tanjungpinang, Sabtu (28/2).

Dia juga tidak ingin menilai, bahwa nilai – nilai Pancasila pada saat ini luntur.

“Tetapi nilai kebangsaan dulu, sebelum reformasi bergulir nilai – nilai kebangsaan di Indonesia lebih baik, dan lebih dihormati negara lain,” ujarnya.

Syamsir juga mengatakan, wartawan dan mahasiswa dapat melakukan reset terkait sejarah penting saat Soeharto memimpin Indonesia.

“Saat Soeharto memimpin Indonesia, bangsa dikenal memiliki budi luhur dan menjadi contoh bangsa lain,” katanya.

Ia menambahkan, pengamalan nilai – nilai Pancasila pada saat itu dapat menyatukan bangsa Indonesia.

“Pemerintah Indonesia juga dinilai berwibawa oleh pemerintah asing. Pengamalan Pancasila sangat kental pada saat itu. Negara asing dengan bangsa Indonesia,” katanya.

Menurut dia, kondisi saat ini berbeda. Banyak generasi penerus bangsa yang melupakan nilai – nilai Pancasila. Serta banyak peristiwa – peristiwa yang memalukan dilakukan oleh anak – anak muda di negeri ini, dan dipublikasikan di media massa.

“Begal, pemerkosaan, pencurian dan kejahatan lainnya dilakukan oleh banyak generasi muda,” ucapnya.

Dikatakannya, kondisi sekarang lebih mengejutkan lagi. Negara tidak hanya disibukkan dengan permasalahan anak bangsa, melainkan negara asing mulai berani mencampuri kebijakan Indonesia.

“Contohnya, hukuman mati kepada pengedar narkoba. Sejumlah warga asing yang menjadi pengedar narkoba dihukum mati. Selain itu, Pemerintah Australia berani mencampuri kebijakan Indonesia terkait hukuman mati terhadap warganya yang menjadi pengedar narkoba,” ujarnya.

Dia mengatakan, kegiatan yang dilakukan Komunitas Bakti Bangsa Kepri yang memberi pendidikan gratis kepada anak – anak dari keluarga kurang mampu perlu dicontoh.

“Kalau dulu, komunitas ini mungkin mendapat penghargaan pemerintah, karena menukarkan kebaikan dengan menerapkan nilai – nilai Pancasila,” ujarnya.

Syamsir mengemukakan, wartawan seharusnya tidak hanya memberitakan peristiwa – peristiwa kejahatan, melainkan juga memberitakan secara intensif kegiatan – kegiatan positif yang dilakukan berbagai elemen – elemen masyarakat.

“Wartawan sebagai bagian dari elemen bangsa, bagian terpenting dalam unsur – unsur demokrasi juga harus berperan aktif dalam menjaga persatuan dan kesatuan,” katanya. (Ian)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.