Konten Kekerasan di Video Game Picu Aksi Begal

by -188 views
Iklan Banner

Jakarta (MK) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan angkat bicara menanggapi aksi begal tersebut yang kian hari makin marak terjadi. Anies menduga bahwa salah satu pemicu munculnya aksi begal ini adalah dari beberapa faktor, salah satunya video game.

“Kekerasan yang terjadi ini, seperti tadi saya katakan pendidikan itu ada tiga: rumah, sekolah, lingkungan. Karena itu saya akan lihat yang sekolah, kita harus sama-sama dengan orang tua di rumah dan lingkungan,” ungkapnya saat menjadi pembicara di Seminar Pendidikan Karakter di Gedung KAA, Bandung, seperti dikutip dari Antara News, Senin (2/3/2015).

“Kita harus lihat model-model video game yang kekerasan, yang sekarang keberadaannya luar biasa masif,” tambahnya. Ia juga menyatakan bahwa video game dengan konten kekerasan yang kerap kali dimainkan oleh kelompok anak muda pada saat sekarang berpengaruh besar ke tindakan yang akan dilakukan.

Anies juga mengungkap bahwa anak-anak pada zaman sekarang seringkali tidak bisa membedakan jenis kekerasan yang dihadirkan, baik kekerasan virtual yang terjadi di video game dengan kekerasan yang terjadi di kehidupan nyata. Akibatnya, mereka sering menjadikan konten kekerasan virtual yang dihadirkan lewat video game sebagai acuan mereka untuk menjadi contoh dalam pergaulan.

Anies pun menghimbau beberapa tokoh pendidikan di lingkungan sekolah seperti kepala sekolah, guru bimbingan konseling dan wali kelas untuk lebih berperan dan mengontrol muridnya agar tidak lepas dari jalur dan tidak melakukan kekerasan lewat aksi begal. Ia telah membuat materi khusus terkait hal ini dan juga melibatkan para orang tua agar juga bisa menghindari anak-anaknya dari aksi begal.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.