Natuna, (MetroKepri) – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna menggelar Seminar Internasional di Aula Kampus STAI Natuna, Komplek Natuna Gerbang Utaraku, Sabtu 15 Oktober 2022.
Di kesempatan tersebut, Rodhial Huda menyambut baik kegiatan seminar yang dilakukan, hal ini sangat bermanfaat dalam upaya penyusunan kebijakan pemerintah dalam pembangunan pariwisata Natuna kedepan.
“Perjalanan pariwisata syariah tidak terlepas dari sendi-sendi budaya Melayu yang sangat kental dengan nuansa Islam, sehingga cocok apabila diterapkan di Kabupaten Natuna,” jelasnya.
Menurut Rodhial Huda saat ini Kementerian Pariwisata telah menetapkan 10 provinsi sebagai tempat pengembangan wisata syariah, termasuk Kepulauan Riau.
“Kunjungan wisata syariah menyumbang 5 persen dari jumlah kunjungan wisata. Berdasarkan data yang ada jumlah wisatawan Muslim sekitar 131 juta, mereka siap melakukan kegiatan wisata,” katanya.
Sementara itu, Ketua STAI Natuna, Umar Natuna mengatakan bahwa Seminar Internasional tersebut digagas sebagai bentuk sumbangsih STAI Natuna dalam usianya ke 20 tahun dan dirancang sebagai dari pengabdian STAI bagi Kabupaten Natuna.
Umar menjelaskan, wisata syariah sangat menjanjikan yang dapat dilihat dari kekerabatan yang terjalin antara Natuna dengan negara serumpun lainnya seperti Malaysia, Brunai Darusalam dan negara Melayu lainnya walaupun terpisah secara administrasi kenegaraan.
Seminar yang menghadirkan narasumber dari Malaysia, Brunai Darusalam serta para pelaku usaha wisata di Kabupaten Natuna yaitu Pemilik Natuna Dive Resort, Boby Rozano dan Pengelola Alif Stone Park dibuka oleh Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda dengan mengambil judul Rancang Bangun Pengembangan Pariwisata Syari’ah di Natuna. (Manalu)
