Natuna, (MK) – Proyek pembukaan dan penimbunan jalan di lokasi Munong Laut, pengerjaannya tampak tidak maksimal. Sedangkan panjang jalan tersebut lebih kurang 1 Km dan lebarnya 4 meter.
Selain itu, pengerjaan jalan tersebut tanpa dibangun batu miring serta penimbunan langsung dengan semenisasi yang ada.
“Kalau dilihat pekerjaan ini kurang baik dan tidak maksimal. Bayangkan saja pekerjaan itu. Apalagi saat ini mulai masuk musim hujan, penimbunan itu pasti berserak dan tidak rata nantinya,” papar seorang warga Desa Cemaga yang enggan menyebutkan namanya kepada MetroKepri.com, Jumat (22/9/2017).
Terkait hal itu, Ketua Tim Pengelola Kegitan (TPK) Proyek Pembukaan Jalan, Tomi menyebutkan di lokasi itu pernah ada jalan semenisasi dengan lebar 2 meter, tapi kondisinya sudak rusak. Tahun ini, jalan itu dibuka lagi dan ditimbun.
“Bekas semenisasi yang ada langsung ditimbun dengan sertu tanpa dikupas dulu, dengan tebal timbunannya sekitar 25 cm,” ujar Tomi.
Sebelum dikerjakan, kata dia, juga dilakukan “lelang lokal” karena pekerjaan itu menggunakan alat berat. Rencananya, pembukaan dan penimbunan jalan itu akan dijadikan jalan beton bertulang di tahun yang akan datang, melalui aspirasi dewan atau dari dana desa.
“Tergantung mana yang masuk anggarannya bang,” ucap Tomi.
Sementara itu, saat ditanya berapa kubik yang dipakai dalam proses penimbunan, Tomi tidak dapat menjawabnya dengan pasti. Padahal, dia Ketua TPK, tapi tidak tahu secara pasti kubikasi kegiatan tersebut.
Selain itu, Tomi juga berkelit kalau proyek penimbunan jalan itu bukan proyek mubazir dan akan memberikan hasil yang maksimal untuk pekerjaan selanjutnya. Sedangkan, ketika ditanya soal RAB, Tomi tidak mau menunjukkannya sambil mempertanyakan kapasitas meminta RAB tersebut sebagai apa? Padahal jelas – jelas RAB itu bukan sesuatu yang harus disembunyikan dan dirahasiakan kalau pekerjaan tersebut dilaksanakan dengan baik dan benar.
Pantauan awak media ini di lokasi, tampak timbunan tanah dan batu (sertu) mengalami penurunan/ longsor. Selain itu, terdapat bekas semenisasi jalan sebelumnya yang ditimbun dengan ketebalan kurang lebih 25 cm.
Terpisah, Kepala Desa Cemaga Idris mempertanyakan apa sebenarnya masalah proyek tersebut. Sementara, terkait pengerjaan proyek itu dinilai masyarakat tidak bagus (Bekecai) dan mubazir sehingga dikhawatirkan akan hancur sebelum jadi jalan beton bertulang, Idris berpendapat masih banyak proyek lain yang lebih dari itu.
“Kalau proyek di desa dibilang mubazir dan berkecai, saya rasa masih banyak yang lebih dari itu, proyek Pemda dan yang lainnya,” ucapnya. (MANALU)
