Peningkatan Kebutuhan Listrik di Tanjungpinang – Bintan Perlu Diatasi

by -304 views
by
Seminar KBB
Seminar KBB

Tanjungpinang, (MK) – Pemerhati kelistrikan, Muhammad Mujahidin menyebutkan, permasalahan listrik di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan untuk saat ini relatif dapat diselesaikan.

“Namun peningkatan kebutuhan yang semakin besar, perlu diatasi dengan mengembangkan teknologi energi terbaru,” papar Mujahidin dalam seminar bertema “Permasalahan dan Solusi Kelistrikan Untuk Kepentingan Pembangunan Daerah”, di aula MAN Tanjungpinang, Sabtu (29/10).

Dia mengutarakan, energi listrik semakin lama dalam posisi tertekan, karena kebutuhan listrik selalu meningkat. Oleh karena itu perlu pengoptimalan energi listrik.

“Sumber energi listrik dari bahan tambang semakin lama akan habis jika dipergunakan. Dalam kondisi itu, listrik akan mengalami defisit bila tidak ada bahan bakar,” ujarnya.

Mengatasi itu, menurut dia, jalan satu – satunya yang harus dilakukan memanfaatkan energi terbarukan dengan teknologi yang memadai.

“Percaya atau tidak, saat ini energi listrik mengalami posisi tertekan karena semakin lama semakin banyak kebutuhan. Sumber energi listrik pun akan semakin menipis jika tidak menggunakan energi terbarukan,” katanya dihadapan sekitar 150 mahasiswa.

Dia mengemukakan, guna mengatasi persoalan itu perlu diciptakan energi terbarukan lainnya untuk mengimbangi penggunaan energi listrik yang tinggi.

“Energi terbarukan berasal dari proses alam yang berkelanjutan, seperti tenaga surya, tenaga angin, arus air proses biologi dan panas bumi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Asisten Manajer Pembangkitan PLN Tanjungpinang, Yanuar Budi mengatakan interkoneksi Batam – Pulau Bintan membuahkan hasil positif.

“Daya listrik yang disalurkan melalui lima gardu induk mencapai 180 MW, melebihi kebutuhan. “Kami memiliki visi menciptakan Kepri terang – benderang,” paparnya dalam seminar yang diselenggarakan Komunitas Bakti Bangsa ini.

Proyek interkoneksi itu, kata dia bagian dari pelaksanaan kebijakan menerangi provinsi perbatasan.

“Sesuai dengan program Presiden Joko Widodo yang membangun pembangkit listrik dengan daya 35000 MW untuk dapat memberikan pemenuhan energi listrik di seluruh Indonesia, khususnya di daerah perbatasan,” ujar Budi.

Dia memaparkan, PLN juga meningkatkan kapasitas pemenuhan energi listrik baik itu melalui perubahan pengoperasian jam pelayanan, investasi mesin, peningkatan pengadaan mesin dan percepatan penuntasan program pembangkit di wilayah perbatasan.

“Dalam pembangunan interkoneksi ini juga langsung diawasi oleh Kejaksaan Tinggi Provinsi Kepri, yang mana kejati sendiri sebagai penengah dan pengawas dari berbagai kebijakan dalam menyangkut berbagai persoalan yang menghambat,” ucapnya.

Diacara itu juga, Kasi Perdata Kejati Provinsi Kepri, Lexi Pararani Kurniawan mengatakan tugas pihak kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang mengawasi tata cara pengaturan dan keamanan terkait pembangunan interkoneksi ini.

“Mulai dari perizinan lahan serta pegaturan lainnya terkait pembangunan jaringan interkoneksi ini,” papar Lexi.

Dari proses ini, kata dia, sistem pengamanan baik itu proses ganti rugi status tanah yang digunakan.

“Proses pembangunan interkoneksi Batam – Bintan menelan waktu 2 tahun, dan PLN pula mampu menghemat uang negara sekitar Rp20 miliar per bulan,” ucapnya.

Sementara, Ketua Komisi II DPRD Kepri Ing Iskandarsyah mengatakan pemenuhan kebutuhan akan energi listrik di Provinsi Kepri hingga kini sudah hampir membaik.

“Melihat minimnya ketersediaan energi kelistrikan di Provinsi Kepri, pemerintah terus berupaya dalam peningkatan kebutuhan akan listrik di Provinsi Kepri. Ditambah lagi dengan adanya target pemerintah pusat yang menargetkan 35000 MW,” ujar Politisi PKS ini.

Oleh karena itu, kata Iskandarsyah, perlu adanya dorongan dari semua pihak baik itu itu pemerintah serta masyarakat dapat bersama – sama menyelesaikan permasalahan kelistrikan ini agar dapat optimal.

“Sehingga ide – ide lainnya dalam pemanfaatan energi terbarukan untuk peningkatan kelistrikan di Provinsi Kepri. Pembangunan perencanaan yang kuat dalam mengatasi persoalan listrik ini, tanpa adanya perencanaan yang didukung dengan kebijakan serta sinergisitas akan mampu menyelesaikan persoalan listrik di Kepri ini,” katanya. (ALPIAN TANJUNG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.