Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, Asri Agung Putra SH MH mengatakan, dalam rangka memperingati HAKI tahun 2018, pihaknya melaksanakan kegiatan orasi anti korupsi dan dilanjutkan dengan lomba kegiatan anak sekolah.
“Semua motifnya sama yaitu bagaimana kita memberikan semangat yang tinggi, memotivasi kepada semua elemen masyarakat baik itu ASN, aparat penegak hukum, masyarakat, dunia bisnis bahkan generasi muda untuk bagaimana melakukan upaya secara sinergi, simultan, linia serentak mencegah korupsi,” ujarnya kepada beberapa awak media yang hadir.
Lanjut Agung, tentu saja kalau bicara penindakan itu porsi APH. Sekarang ini bagaimana kita memperbesar porsi pencegahannya, bukan penindakan. Dan, itu tugas kita semua termasuk media.
“Mari kita sama-sama mencegah korupsi sejak dini demi menjadikan negeri ini bebas dari Korupsi,” ungkapnya.
Selain mensosialisasikan anti korupsi, tambah Agung juga mengevaluasi pelaksanaan penindakan korupsi yang ada di Tanjungpinang khususnya seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Kepri.
“Sebagaimana kita ketahui berbicara tentang kejaksaan, berarti berbicara aparat hukum. Seperti yang saya tadi sampaikan porsinya penegak hukum ini ada dua pendekatan yakni sisi pencegahan dan sisi penindakan,” terangnya.
Agung menjelaskan, kalau bicara penindakan pigaknya komitmen dalam melaksanakan penindakan sesuai dengan kaidah atau norma hukum yang ada.
“Sepanjang datanya lengkap, ada laporan masuk dan data lengkap dan itu bisa kita formulasikan sesuai dengan kaidah hukum yang berlaku, kita harus selesaikan secara objektif,” paparnya.
Begitu juga dengan pencegahan sambung Agung, selain kita melakukan penyuluhan dan perbaikan sistem sinergi dengan KPK dan Kepolisian. Kita juga mengedepankan peranan TP4D, melakukan pengawalan terhadap pelaksanaan proyek pembangunan pemerintah baik itu yang seksi vertikal maupun daerah atau APBD.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Ahelya Abustam juga menjelaskan, HAKI ini adalah momentum bagaimana kita mengetahui dan mengingatkan tentang bahaya korupsi.
Lebih lanjut, Ahelya menerangkan Korupsi itu menggrogoti dari segala sendi kehidupan kita mulai dari segala macam lapisan masyarakat mulai dari yang perpendidikan rendah sampai ke berpendidikan tinggi, tapi yang terbanyak itu yang berpendidikan tinggi.
“Sekaligus juga mengevaluasi sebagai aparat penegak hukum sudah sampai sejauh mana peran korupsi yang telah kita lakukan. Ya kita mohon dukungan rekan-rekan semua beserta semua lapisan masyarakat apabila ada informasi atau diketahui menyangkut korupsi ini tolong laporkan kepada kami.
Dia berpesan, apabila kita semua dapat buktikan dengan kata-kata atau bukti dukungan yang ada insyallah akan kita tindak lanjuti.
“Sekali lagi saya sampaikan selamat hari anti korupsi untuk kita semua ,” imbuhnya.
