Tanjungpinang, (MK) – Dinas Kebersihan dan Perkim Kota Tanjungpinang menyatakan lampu hias Sungai Carang tidak ada rusak. Namun, pihaknya kemarin sedang melakukan peresetan atau setting ulang lampu tersebut.
“Lampu itu tidak rusak. Memang benar, saat itu ada lampu yang tidak menyala. Karena, kita sedang melakukan peresetan kemarin,” papar Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan, Pemakaman dan PJU Dinas Kebersihan dan Perkim Kota Tanjungpinang, Yoni Fadri kepada MetroKepri.com di ruang kerjanya, Senin (8/1/2018).
Sedangkan, terkait anggaran pengadaan lampu hias itu dikatakan mahal, Yoni mengaku hal itu sebenarnya tidak mahal. Kalau dilihat dari teknologinya, ini paling murah.
“Lampu ini menggunakan teknologi tinggi yang langsung terhubung ke internet, sehingga kita dapat mengontrolnya dari luar atau dari kantor,” ujar Yoni.
Dia mengutarakan, lampu hias Jembatan Sungai Carang tersebut ada dua jenis dan total keseluruhannya sebanyak 138 unit.
“Lampu jenis cloud dan linear. Jenis cloud itu lampu kotak yang pendek dan linear itu lampu kotak yang panjang,” ucapnya.
Masih kata dia, untuk jumlah lampu cloud itu ada sebanyak 40 unit dan lampu linear 98 unit.
“Harga untuk satu unit lampu tersebut sekitar Rp15 juta. Lampu itu juga ada garansinya selama tiga tahun. Sedangkan, untuk masa perawatannya enam bulan,” katanya.
Dia mengemukakan, proyek pengadaan lampu hias Jembatan Sungai Carang dengan anggaran Rp3,2 miliar dari APBD Kota Tanjungpinang tahun 2017 ini dikerjakan oleh PT Sinergi Prima Inti.
“Kontraknya PT Sinergi Prima Inti. Perusahaan ini juga, merupakan distributor Philips,” ujar Yoni.
Masih kata dia, system lampu hias Jembatan Sungai Carang ini juga belum ada digunakan di Indonesia.
“System ini, baru pertama kali di Kota Tanjungpinang,” ucapnya.
Kemudian, pos jaga yang ada di Jembatan Sungai Carang itu merupakan satu paket dengan pengadaan lampu hias tersebut.
“Fungsinya adalah salah satunya untuk menjaga lampu hias tersebut. Lampu itu juga, dari kemarin – kemarin sudah kita programkan,” katanya.
Saat ini, kata Yoni, lampu itu diprogram dengan satu warna. Senin sampai Jumat satu warna.
“Kalau Sabtu sampai Minggu warnanya rainbow, yakni banyak warna yang muncul,” paparnya.
Sedangkan untuk biaya internet, pihaknya sudah memesan untuk selama satu tahun dan setahunnya sekitar Rp500 ribu dengan menggunakan kartu internet XL.
“Kemudian untuk listriknya, terkoneksi dengan jaringan lampu jalan,” katanya.
Program ini juga, menurutnya untuk menunjang pariwisata dan perekonomian masyarakat Kota Tanjungpinang. Oleh karena itu, Yoni berharap, pos jaga di Jembatan Sungai Carang tersebut agar ada personil security yang menjaganya disana. Karena, aset yang dijaga itu kan nilainya lumayan besar.
“Sampai saat ini, pos itu masih dijaga oleh anggota dari PJU kita secara aplusan,” ucapnya.
Selain itu, pos jaga yang ada di Jembatan Sungai Carang itu juga merupakan tempat panel kontrol utama lampu hias tersebut. (ALPIAN TANJUNG)
