Perluas Jangkuan Bisnis, Indonesia Eximbank Buka Kantor di Batam

by -210 views
by
peresmian-batam (3)
peresmian-batam (3)

Batam, (MK) – Sebagai lembaga khusus yang independen yang dibentuk oleh pemerintah, Indonesia Eximbank senantiasa berkomitmen untuk mendukung sektor ekspor terutama pada saat menghadapi tantangan termasuk merespon situasi ekonomi global dan domestik yang belum kondusif.

Di tengah situasi tersebut, peran serta industri keuangan khususnya Indonesia Eximbank menjadi sangat strategis sebagai salah satu sumber penyediaan pembiayaan kegiatan ekspor baik dalam bentuk modal kerja maupun investasi.

Sebagai upaya nyata dalam rangka mendukung aktivitas ekspor khususnya di Provinsi Kepulauan Riau dan sekitarnya, Indonesia Eximbank meresmikan kantor pemasaran di Batam, Kamis (12 Mei 2016).

Dalam rangka memperluas jangkauan, ekspansi, dan cakupan potensi bisnis UKM berorientasi ekspor, Indonesia Eximbank berencana membuka sejumlah jaringan kantor dalam bentuk kantor pemasaran di beberapa kota yang tersebar di Indonesia.

Di tahun 2016, Batam menjadi kota pertama peresmian Kantor Pemasaran Indonesia Eximbank untuk menjangkau potensi bisnis ekspor di Provinsi Kepulauan Riau dan Propinsi Riau yang demikian tinggi.

Kepulauan Riau tercatat sebagai provinsi dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera, bahkan di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Pada Tahun 2015, PDB tumbuh sebesar 6,02 persen yoy dan diproyeksikan meningkat menjadi 6,3 – 6,8 persen yoy di tahun 2016. Aktivitas ekonomi terhitung tinggi apabila dibandingkan dengan pertumbuhan PDB Sumatera yang sebesar 3,4 persen yoy dan PDB Indonesia yang sebesar 4,79 persen yoy pada tahun yang sama. Segmen UMKM di Provinsi Kepulauan Riau juga terhitung tinggi dimana lebih dari 60.000 UMKM atau 3,0 persen dari jumlah penduduk  provinsi, lebih tinggi dari share UMKM nasional yang hanya sebesar 1,6 persen di tahun 2012. Komposisi sebaran tertinggi berada di Batam yaitu 67 persen, diikuti oleh Tanjungpinang 19 persen, Natuna 5 persen, dan Bintan 3 persen. (Sumber: Kementerian Koperasi dan UMKM, Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik)

Kehadiran Kantor Pemasaran Indonesia Eximbank di Batam, merupakan langkah strategis dan perwujudan optimisme Indonesia Eximbank terhadap pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau dan sekitarnya terutama melalui pemanfaatan sejumlah komoditi potensial yang dimiliki Kepulauan Riau, termasuk transformasi Pulau Batam sebagai Kawasan Ekonomi Khusus. Sehingga, menjadikan iklim bisnis di Kepulauan Riau dan sekitarnya menjadi sangat menjanjikan.

Pada akhirnya, kehadiran kantor pemasaran di Batam diharapkan dapat menfasilitasi akselerasi pertumbuhan ekspor, turut berkontribusi aktif dalam pengembangan UKM berorientasi ekspor serta mendorong kemakmuran dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau dan sekitarnya.

Sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia terus tumbuh dan memberikan kontribusi yang positif bagi perekonomian nasional melalui jumlah dan penyebarannya terhadap tenaga kerja, produktivitas, hingga dukungan terhadap nilai ekspor. Namun demikian, besarnya peran dan kontribusi UKM tersebut tentunya juga diiringi dengan sejumlah tantangan, salah satunya adalah akses Pembiayaan.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, tentunya perlu dukungan dan peran dari Pemerintah, termasuk peran dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Dalam kaitan ini, salah satu sasaran penyaluran fasilitas Pembiayaan, Penjaminan dan Asuransi yang mendapat perhatian besar oleh Indonesia Eximbank adalah segmen UKM yang berorientasi ekspor. Penyaluran pembiayaan UKM berorientasi ekspor meningkat signifikan menjadi Rp7,3 triliun pada 2015 atau tumbuh 60,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan pembiayaan tersebut diikuti oleh peningkatan jumlah debitur yang dibiayai dengan tingkat suku bunga kompetitif. Capaian ini tentunya senantiasa akan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.

Sejalan dengan pelemahan ekspor nasional, laju pertumbuhan ekspor Provinsi Kepulauan Riau ikut mencatatkan penurunannya. Tercatat pada tahun 2015, ekspor provinsi Kepulauan Riau tumbuh sebesar 8,15% yoy, namun masih lebih baik dibandingkan ekspor nasional yang terkontraksi sebesar 14,6% yoy. Masih lemahnya ekonomi negara tujuan ekspor seperti Singapura, Tiongkok dan Jepang serta harga komoditi global yang masih di level rendah ternyata turut mempengaruhi kinerja ekspor provinsi yang ditopang oleh komoditi elektronik, olahan CPO dan besi baja. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.