Tanjungpinang, (MetroKepri) – DPD I Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau mendaftarkan 45 bakal calon legislatif (Bacaleg) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Minggu (14/5/2023) pukul 14.00 WIB.
Bahkan, Partai berlambang pohon Beringin ini juga menarget kadernya meraih posisi Ketua DPRD pada Pemilu 2024.
“Alhamdulillah, kami Partai Golkar baru saja menyelesaikan semua tahapan pendaftaran dan sudah diterima. Kami juga sudah mendapatkan berita acara penerimaan dari KPU Provinsi Kepri,” papar Bendahara DPD I Partai Golkar Provinsi Kepri, Asmin Patros saat konferensi pers di Kantor KPU Kepri.
Asmin juga menyampaikan persyaratan 45 Bacaleg Partai Golkar pada Pemilu 2024 terdiri dari 27 orang laki laki dan 18 perempuan atau ekuivalen dengan 40 persen caleg perempuannya.
“Kami berharap seluruh proses pencalonan ini, termasuk semua syarat syarat administrasi bisa terpenuhi pada waktu yang telah ditentukan oleh KPU,” ujar Asmin.
Sementara, terkait informasi Bupati Bintan Roby Kurniawan yang dikabarkan ikut menyalonkan di DPRD Kepri, hal itu tidak benar.
“Alhamdulillah, dari 45 nama yang kami sampaikan tidak ada nama Bupati Bintan. Dengan kata lain, beliau masih tetap menjalankan tugas sebagai bupati,” ucap Asmin.
Kemudian, dari delapan orang Anggota DPRD Provinsi Kepri dari Partai Golkar periode tahun 2019 – 2024 ada dua orang yang tidak maju lagi di DPRD Kepri.
“Satu adalah Pak Sekjen kami. Pak Rizki Faisal mendapat tugas dari partai untuk maju sebagai calon DPR RI. Sedangkan saudara Raja Bachtiar tidak meneruskan atau tidak melanjutkan pencalonan di DPRD provinsi dan beliau akan berkiprah di jalur lain, tapi tetap masih sebagai kader partai,” kata Asmin.
Selanjutnya, kata Asmin, bu Dewi masih tetap maju sebagai calon DPRD provinsi dari Dapil Lingga Bintan.
“InsyaAllah Partai Golkar akan memenangkan Pemilu tahun 2024. Dengan sendirinya kami menargetkan lebih dari 8 kursi. Mungkin kalau kami boleh sampaikan idealnya kami InsyaAllah akan meraih 10 kursi di DPRD Provinsi Kepri,” ujarnya.
Sehingga, kata dia, nanti bisa salah satu kader Partai Golkar yang terbaik akan duduk sebagai Ketua DPRD.
“InsyaAllah itu bisa kami lakukan,” ucapnya.
Sementara, kata Asmin, Ketua DPD I Golkar Provinsi Kepri mendapat tugas dari partai untuk maju sebagai calon DPR RI di Dapil Jawa Timur 11 yaitu Pulau Madura.
Kemudian untuk Dapil Tanjungpinang yaitu Kepri 1, kata Asmin, Partai Golkar masih tetap bisa mempartahankan satu kursi, insyaallah kami masih tetap bisa mempertahankan satu kursi,
“Dapil 2 Bintan. InsyaAllah kami dapat 2 kursi, mudah mudahan bisa 3. Kemudian Dapil 3 Karimun yang tadinya satu kursi, InsyaAllah bisa dapat 2. Kemudian Dapil Kepri 4, Batam meliputi 4 kecamatan, kami pernah mendapat 2 kursi dan pada tahun 2014 – 2019 kami kehilangan satu kursi, karena memang sisa suaranya kalah dengan partai lain. InsyaAllah tahun ini kami sedang bisa mengembalikan kursi menjadi 2,” paparnya.
Kemudian Kepri 5 meliputi Sekupang dan sekitarnya, pihaknya menargetkan 2 kursi dan tahun ini mendapatkan dukungan caleg yang lumayan berbobot, sehingga sangat berpeluang untuk mempertahankan 2 kursi. Sementara Kepri 6, pihaknya masih tetap menargetkan satu kursi, karena dapil tersebut hanya memperebutkan 5 kursi. Terakhir Natuna Anambas 3 kursi, InsyaAllah Golkar masih bisa mempertahankan satu kursi.
“Realistis hitung hitungannya, kalau memang dijumlah semua maksimal 11. Tapi kami harus realistis maksimum 10. 10 kursi mudah mudahan kami bisa memenangkan Pemilu. Artinya Golkar ingin dapat kedua kali jadi Ketua DPRD Kepri. Kami pernah memimpin 2 periode menjadi Ketua DPRD Kepri, sebelum diteruskan oleh teman kita dari PDI Perjuangan,” ujarnya.
Ia berharap, Golkar bisa kembali perjaya dan memimpin DPRD Provinsi Kepri untuk periode 2024 – 2029. Untuk kader, alhamdulillah Golkar tidak pernah kekurangan kader. Setiap saat ada orangnya, setiap orang ada waktunya sehingga kader Golkar tentu siap.
“Kita tunggu perkembangan, sampai hari ini yang memimpin provinsi ini adalah salah satu kader terbaik dari Partai Golkar Ansar Ahmad,” ucapnya.
Masih kata Asmin, kata kuncinya adalah pertama memenangkan dulu Pemilu legislatif, karena dengan memenangkan Pemilu legislatif akan menentukan apakah mampu mencalonkan sendiri pasangan untuk kepala daerah dan wakil kepala daerah. Atau harus berkolaborasi dengan partai lain. (*)
Penulis: Ian
