Lingga, (MK) – Kepala PLN Sub Rayon Daik Lingga, Johari Nainggolan meminta agar warga tidak menanam pohon di dekat jaringan PLN.
“Yang kami hadapi saat ini, yaitu pohon – pohon dekat jaringan listrik. Mohon izinkan kami untuk menebang, karena itu membahayakan si pemilik juga dan jangan menanam pohon dekat dengan jaringan PLN,” papar Johari kepada MetroKepri.com, Kamis (19/10/2017).
Dia mengutarakan, jika hujan deras melanda dan membasahi jaringan listrik tersebut, listrik belum tentu langsung mati.
“Kecuali kalau ada ranting yang jatuh atau pohon tumbang, dalam artian kalau mengenai kabel tegangan menengah kita yang 20 KV (20.000 Volt),” ujarnya.
Masih kata dia, pembangunan tempat mesin PLTD baru telah selesai dikerjakan di Desa Musai. Saat ini, tinggal menunggu kedatangan mesin barunya saja.
“InsyaAllah bulan depan sampai di Daik mesin yang baru. Mesin yang lama, kontraknya sampai akhir tahun. Untuk selanjutnya lihat kondisi dulu,” katanya.
Dia mengemukakan, lokasi mesin baru itu bukan berarti kantor pelayanan PLN Sub Rayon Daik juga ikut pindah. Akan tetapi, untuk mempermudah dalam melayani masyarakat Daik Lingga, Kantor PLN masih tetap berada di depan Komplek Perkantoran Pemkab Lingga.
“Iya, yang pindah itu hanya mesinnya saja, soalnya kantor pelayanan kan enggak mungkin diletakkan jauh disana, kasihan pelanggan nanti kalau mau melapor jauh kesana. Kantor pelayanan kan harus dekat dengan keramaian. Jadi, di Musai khusus untuk PLTD saja,” ucapnya.
Adapun kapasitas yang dimiliki mesin baru ini nantinya masih sama seperti mesin yang ada sekarang ini yakni 4 unit x 500 Kw atau 2.000 Kw.
“Kalau jaminan untuk tidak terjadi pemadaman itu tetap ada, tapi kita kan tidak bisa melawan kehendak yang kuasa, yang penting kami terus berusaha memberikan yang terbaik dan yang pasti membayar listrik tepat waktu sebelum tanggal 20 tiap bulannya,” imbuhnya. (NAZILI)
