Produk IKM Tanjungpinang Harus Mampu Tembus Pasar Global

by -183 views
by
Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul Membuka Pelatihan IKM.
Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul Membuka Pelatihan IKM.

Tanjungpinang, (MK) – Sebanyak 20 pelaku usaha industry kecil menengah (IKM) makanan di Kota Tanjungpinang mengikuti pelatihan sistem jaminan halal serta fasilitas sertifikat halal dalam pengelolaan produk usahanya.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari (16 – 17) tersebut diadakan oleh bidang industri kerajinan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Ekonomi Kreatif dan Penanaman Modal Kota Tanjungpinang, dan dibuka oleh Wakil Wali Kota Tanjungpinang, H. Syahrul S. Pd di salah satu hotel di Tanjungpinang, Rabu (16/11).

Dalam sambutannya, Syahrul menyampaikan, industri kecil dan menengah merupakan sektor yang cukup kuat mendukung perekonomian daerah. Adanya pasar MEA, menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha dan industri kecil. Apalagi saat ini pasar dalam negeri sudah dibanjiri produk dengan sertifikat halal.

“Ini menjadi persaingan bagi pelaku usaha terhadap prodak yang dihasilkan. Selain berorientasi profit, pelaku usaha bisa memberikan kenyamanan dan kesehatan produk berbasis jaminan halal ditengah masyarakat,” papar Syahrul.

Syahrul mengutarakan, berdasarkan data Disperindag, terdapat 485 pelaku industri kecil dan menengah di Tanjungpinang. 285 merupakan industri kecil yang bergerak di bidang kuliner dan makanan ringan. Untuk itu, tahun 2018 pemerintah menargetkan 187 IKM akan menerima bantuan sertifikat halal yang diterbitkan oleh LPPOM-MUI.

“2016 ini saja sudah 140 IKM pangan yang sudah mendapatkan bantuan sertifikat halal MUI. Insya Allah target tersebut akan diselesaikan di tahun 2017,” ujarnya.

Syahrul berharap, dengan adanya sertfikat halal, pelaku usaha mempunyai legalitas terhadap produk yang dihasilkan, serta menjadi jaminan bagi kepercayaan konsumen pada produk yang mereka konsumsi. Selain itu dapat meningkatkan produk, baik di pasar lokal dan Insya Allah mampu menembus pasar internasional.

“Galilah pengetahuan dan informasi agar dapat meningkatkan prodak yang akan dihasilkan,” ucap Syahrul kepada seluruh peserta.

Sebelumnya, Kasi Industri Kerajinan Disperindag, Ekraf dan PM Kota Tanjungpinang, Rahmad Ardianto mengatakan, tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk membantu IKM pangan dalam memfasilitasi/ menyediakan sertifikat keamanan pangan.

“Dengan harapan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan penjualan agar dapat diterima pasar, baik tradisonal maupun modern (supermarket) bahkan pasar luar negeri,” katanya.

Pada acara itu turut dihadiri Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Ir. Robert Pasaribu, camat, serta pejabat di lingkup Pemko Tanjungpinang.

Selain itu, para peserta akan dilatih dan dibina oleh narasumber dan auditor dari LP-POM MUI Provinsi Kepulauan Riau. (ALPIAN TANJUNG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.