Tanjungpinang, (MK) – Pengerjaan belanja rehabilitasi Rumah Adat Melayu di Taman Budaya Senggarang, Kota Tanjungpinang saat ini sudah rampung
Proyek menggunakan APBD Murni Kota Tanjungpinang tahun 2017 senilai Rp396 juta ini juga sudah terlihat bagus dan ramai dikunjungi oleh masyarakat Kota Tanjungpinang.
“Rumah Adat di Taman Budaya Senggarang sudah bagus. Saat ini sudah ramai masyarakat yang datang kesana,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan, Pemakaman dan PJU Dinas Kebersihan dan Perkim Kota Tanjungpinang, Yoni Fadri kepada MetroKepri.com, Senin (29/1/2018).
Oleh karena itu, pihaknya meminta dinas terkait untuk bisa memanfaatkannya dan menarik wisatawan lokal maupun luar.
“Objek wisata ini dapat mendukung dan menarik wisatawan. Tambah lagi, tempatnya sudah rehab dan sudah banyak dikunjungi warga,” ujar Yoni.
Dia juga sangat menyayangkan kalau objek wisata yang sudah direhab sebagus itu tidak dimanfaatkan.
“Kita sudah melakukan pembaharuan rumah adat tersebut dan saat ini sudah bisa dimanfaatkan,” ucapnya.
Masih kata Yoni, untuk menggerakkan perekonomian masyarakat motor toko (Moko) juga bisa ditempatkan disana untuk berjualan.
Selain itu, pihaknya juga berharap ada petugas untuk menjaga wilayah objek wisata rumah adat tersebut. Apalagi, rehabilitasi rumah adat itu menggunakan APBD Murni Kota Tanjungpinang tahun 2017.
“Dari anggaran itu, hampir 70 persen rumah adat tersebut direhab. Baik itu cat dan material lainnya,” kata Yoni.
Lebih lanjut, Yoni mengatakan, Dinas Kebersihan dan Perkim Kota Tanjungpinang juga secara bertahap berencana untuk membuat taman disekitar rumah adat tersebut. Karena, dalam pengerjaan rehab kemarin, untuk taman tidak masuk dalam anggaran.
“Maka, kita secara bertahap akan merancang anggaran untuk pengadaan taman itu. Karena itu merupakan program kita,” ucapnya. (ALPIAN TANJUNG)
