Sekdako Inginkan TPID Kota Tanjungpinang Inovatif

by -320 views
by
Sekdako Tanjungpinang, Riono Saat Pimpin Rapat Koordinasi TPID.
Sekdako Tanjungpinang, Riono Saat Pimpin Rapat Koordinasi TPID.
Sekdako Tanjungpinang, Riono Saat Pimpin Rapat Koordinasi TPID. Foto Dok MetroKepri.com
Sekdako Tanjungpinang, Riono Saat Pimpin Rapat Koordinasi TPID. Foto Dok MetroKepri.com

Tanjungpinang, (MK) – Inflasi Kota Tanjungpinang pada Juli berdasarkan data BPS Kota Tanjungpinang berada pada angka 0,41 persen sedangkan Batam 0,13 persen dan nasional sebesar 0,22 persen.

Jika dilihat inflasi tahun kalender pada Januari – juli 2017 berada pada angka 1,95 persen, Batam berada pada angka 1,99 persen sedangkan nasional 2,60 persen.

Hal ini menunjukkan inflasi Kota Tanjungping masih lebih baik yang masih berada dibawah nasional dan Batam.

Hal itu juga disampaikan oleh perwakilan BPS Kota Tanjungpinang dalam rapat bulanan yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tanjungpinang Drs. Riono M.Si di ruang rapat Kantor Walikota Tanjungpinang, Senin (14/8/2017).

Dalam rapat itu juga, Sekda Kota Tanjungpinang Drs. Riono M.Si mengharapkan TPID Kota Tanjungpinang dapat membuat suatu inovasi yang baru dalam pengendalian inflasi di Kota Tanjungpinang.

“Sehingga kedepannya, TPID Kota Tanjungpinang tidak hanya menjadi TPID terbaik, tetapi juga menjadi TPID inovatif,” papar Riono.

Dikesempatan itu, pihak Bulog juga menjelaskan bahwa ketersedian stok beras yang ada di Bulog masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun ini. Selain itu Bulog juga mendatangkan lagi 1000 ton untuk mengantisipasi hari – hari keagamaan seperti Idul Adha. Untuk gula masih cukup dengan harga yang masih relatif dibawah harga pemerintah atau (Het) 500 ton di Tanjungpinang.

Begitu pula dengan stok garam dan bawang masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Tanjungpinang. Selain itu, garam akan masuk sekitar 40 ton, sedangkan bawang sebanyak 50 ton melalui Bintan.

Pada rapat tersebut pihak Bulog juga menginformasikan bahwa Bulog memilki program rumah pangan kita (RPK). RPK ini merupakan program yang sangat baik disamping untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“RPK ini juga dapat membantu pemerintah dalam mengendalikan harga di pasaran, karena barang komuditi yang dijual lebih murah dari harga di pasaran,” ucap perwakilan Bulog Tanjungpinang.

Dia mengutarakan, RPK merupakan salah satu otlet punya masyarakat yang akan dibina dan dikembangkan oleh Bulog dengan tujuan untuk menyiapkan bahan pokok di tengah masyarakat dengan harga yang murah.

“Bulog sendiri memiliki target RPK sebanyak 400 unit, sedangkan pencapaiannya baru 25 persen sekitar 100 unit,” katanya.

Dia mengemukakan, siapapun dapat mendaftar untuk menjadi RPK, baik perorangan, badan usaha, perusahaan maupun koperasi dengan persyaratan yakni untuk perorangan menyerahkan KTP, surat keterangan RT/ lurah. Sedangkan, untuk perusahaan melampirkan surat izin usaha. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.