
Tanjungpinang, (MK) – Kegiatan penyuluhan Bahasa Indonesia dalam surat dinas untuk pegawai/ instansi pemerintah Se – Kota Tanjungpinang yang dilaksanakan oleh kantor Bahasa Kepulauan Riau (Kepri) di Hotel Comfort, Rabu (15/3/2017) terkesan tertutup.
Bahkan, salah satu staf pada kegiatan penyuluhan itu terkesan meremehkan jurnalis yang hendak meliput. Pasalnya, saat awak media ini hendak melaksanakan peliputan kegiatan yang tercantum dalam agenda Pemko Tanjungpinang, pihak pelaksana terkesan tidak terbuka.
“Sebentar ya mas, saya konfirmasi dulu. Tunggu saja dulu di luar,” ujar salah satu petugas yang berjaga di depan pintu acara kepada awak media ini.
Beberapa menit kemudian, petugas yang tidak diketahui namanya itu kembali dengan seorang staff Kantor Bahasa Kepri, yakni Teguh.
“Mas, kalau mau liputan silahkan saja. Tapi kalau ada ‘Embel – embelnya’ tidak ada mas,” ucap Teguh.
Pernyataan Teguh tersebut, terkesan meremehkan atau menghina profesi jurnalis. (NOVENDRA)
