Sulit Dapatkan Solar, Tiga Organisasi Angkutan Minta Pemerintah Berikan Solusi

by -843 views
Pengurus Dari Tiga Organisasi Lori dan Truk Saat Berbincang Terkait Solar.Foto Era
Pengurus Dari Tiga Organisasi Lori dan Truk Saat Berbincang Terkait Solar.Foto Era

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Sopir lori angkutan barang yang sehari-hari menggunakan BBM jenis solar di Tanjungpinang, “Menjerit”.

Pasalnya, sopir lori saat ini sulit mendapatkan solar, bahkan antri di SPBU sangat panjang, sehingga tak jarang yang tak mendapatkan kuota minyak.

Terkait hal itu, tiga organisasi yang peduli akan anggotanya yang dominan sopir lori atau truck, angkat bicara.

Diantaranya, Romantika Supir Truck Indonesia (RSTI), KSU Pengemudi Mandiri, dan DPD Organda Devisi Angkutan Barang Kepri.

Dari Organda, Elfi Edison, sangat kesal akan sulitnya mendapatkan BBM jenis solar di Ibukota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Kemana pemerintah?.

“Anggota kita semuanya pemilik angkutan barang. Bahan bakar yang digunakan solar. Semua teriak solar sulit,” ujar Elfi awak media, Rabu (01/05/2024).

Terkait hal ini, kata Elfi, pemerintah wajib hadir dan memberikan solusi terbaik agar pekerja yang sehari-hari berpenghasil dari angkutan, dapat menghidupi keluarga.

“Pemerintah harus turun ke lapangan, lihat langsung dan dengar keluhan masyarakatnya. Jangan hanya main tik tok aja kerjanya,” sebutnya menyindir.

Hal senada juga disampaikan Ketua KSU Pengemudi Mandiri, Adjie. Ia juga sangat menyesalkan terkait minimnya perhatian pemerintah dalam pengelolaan kartu untuk mendapatkan BBM solar.

“Mirisnya, pengemudi di lapangan ada yang tak mendapatkan minyak subsidi itu. Sehingga membeli minyak solar non subsidi yang harganya tinggi. Ini sangat merugikan sopir,” ucapnya.

“Saya minta pemerintah benahi, turun ke SPBU, dan lihat antri mengular setiap hari. Jangan lengah akan hal ini,” sambung Adjie.

Intinya, Adjie ingin pemerintah memberikan solusi yang terbaik bagi pekerja sopir yang mencari rezeki untuk keluarga setiap harinya.

“Saya meminta agar pemerintah menambah kuota minyak dan mengawasi BBM subsidi khususnya solar supaya bisa tepat sasaran sehingga tidak terjadi penyelewengan. Karena, lori atau truck yang antri bukan hanya dari Tanjungpinang saja. Yang dari luar pinang juga ada,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Satrgas RSTI Tanjungpinang-Bintan, Putra, juga mengatakan hal yang sama. Ia berharap antri panjang mendapatkan BBM solar di SPBU tak sepanjang saat ini.

“Apalagi saya sopir lori angkut ikan, kalau tak dapat kuota solar, kerugian akan saya terima. Anak istri mau makan apa?. Semoga hal ini ada solusinya dari pemerintah,” katanya.

Ia juga menyarankan agar dua pemrintahan yang ada di Pulau Bintan ini dapat bersinergi memberikan kemudahan dalam mendapatkan kuota minyak.

“Saat ini Bintan pakai kartu Bukopin, sedangkan di Tanjungpinang pakai Brizzi. Di sini sulitnya kita sebagai sopir angkutan,” ujarnya.

“Pemerintah, dengarkanlah jeritan hati kecil kami ini. Agar kami dapat menghidupkan keluarga kecil kami,” ucap Putra. (*)

Penulis: Era
Editor : Ian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.