
Tanjungpinang, (MK) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau mencatat, kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) ke Kepri terhitung dari awal Januari sampai November 2016 mencapai 1.708.500.
“Angka ini lebih rendah dibanding tahun lalu. Tahun 2015 lalu, dari Januari – November mencapai 1.816.091 kunjungan. Jadi ada penurunan sebesar 5,92 persen,” papar Kepala BPS Provinsi Kepri, Panusunan Siregar kepada MetroKepri.com saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (9/1).
Dia mengutarakan, kalau dikaitkan dengan RPJMD sebanyak 2,1 juta, jadi nampaknya dalam tempo 1 bulan sulit mendapatkan 300 ribu. Karena rata – rata di tahun 2016 hanya sekitar 150 ribu.
“Katakanlah dengan adanya Desember 2016 masakapai Citilink membuka rute baru yaitu Tanjungpinang – Cina atau sebaliknya. Apa iya bisa langsung dabel 300 ribu, itu berat. Paling mungkin 200 ribu, jadi untuk target kita 2,1 juta itu tak akan mungkin tercapai,” ujarnya.
Dia mengemukakan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pada tahun 2017 ini memberikan tuntutan ke Kepri untuk menarik wisman sebanyak 2,6 juta. Berati harus ada upaya ekstra yang mulai dirancang oleh pemerintah daerah sejak Januari ini.
“Gak bisa dadakan. Jadi Januari ini apa mungkin ivent yang harus dilakukan, kemudian di upload ke website kemudian agar dari Cina sana bisa berbondong – bonding masuk ke sini,” katanya.
Menurut data, masih kata Panusunan, kunjungan wisman yang paling banyak tetap dari Singapura yakni pada posisi pertama di susul dengan Malaysia kemudian diikutin dengan Cina.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwista Provinsi Kepulauan Riau, Buralimar saat dihubungi MetroKepri.com mengatakan, kemungkinan tidak mencapai target. Tetapi tidak terlalu jauh dengan target.
“Ya hanya tipis – tipis sajalah. Kita kan tahu, kemarin banyak isu – isu terror, isu demo, virus zika. Ya kita berharap, kedepan tidak ada isu – isu seperti itu,” ucapnya. (RUDI PRASTIO)
