Tahun 2017, Penduduk Miskin di Kepri Meningkat 6.227 Orang

by -288 views
by
Kepala BPS Kepri Panusunan Siregar Saat Jumpa Pers. Foto NOVENDRA
Kepala BPS Kepri Panusunan Siregar Saat Jumpa Pers. Foto NOVENDRA
Kepala BPS Kepri Panusunan Siregar Saat Jumpa Pers. Foto NOVENDRA
Kepala BPS Kepri Panusunan Siregar Saat Jumpa Pers. Foto NOVENDRA

Tanjungpinang, (MK) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau mencatat jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan) di Kepri pada Maret 2017 sebanyak 125.370 orang (6,06 persen).

Jika dibanding dengan jumlah penduduk miskin pada September 2016 yakni 119.143 orang atau (5,84 persen). Secara absolut mengalami peningkatan sebanyak 6.227 orang atau naik sebesar 0,22 poin.

Kepala BPS Provinsi Kepri, Panusunan Siregar menyampaikan, selama periode September 2016 – Maret 2017, penduduk miskin di daerah perkotaan bertambah sebanyak 5.301 orang dari 86.189 orang menjadi 91.490 orang.

“Demikian pula di daerah perdesaan, secara absolut mengalami kenaikan jumlah penduduk miskin sebanyak 926 orang,” ujar Panusunan melalui release BPS Kepri, Senin (17/7/2017).

Dia mengutarakan, secara relatif persentase penduduk miskin daerah perkotaan mengalami peningkatan 0,21 poin selama periode September 2016 – Maret 2017 yaitu dari 4,99 persen menjadi 5,20 persen.

“Sementara di perdesaan, persentase penduduk miskin bertambah sebesar 0,45 poin yaitu dari 10,47 persen menjadi 10,92 persen,” ucapnya.

Masih kata Panusunan, peranan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan).

“Pada Maret 2017, sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan sebesar 67,47 persen. Sedangkan sumbangan garis kemiskinan bukan makanan terhadap garis kemiskinan pada Maret 2017 adalah sebesar 32,53 persen,” paparnya.

Dia mengemukakan, komoditas makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan di daerah perkotaan adalah beras, rokok, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Sedangkan di daerah perdesaan adalah komoditas beras, rokok, telur ayam ras, dan gula pasir.

“Untuk komoditas bukan makanan, kontribusi terbesar terhadap garis kemiskinan adalah biaya perumahan, listrik, dan bensin baik di daerah perkotaan maupun di daerah perdesaan,” katanya.

Pada periode September 2016 – Maret 2017, indeks kedalaman kemiskinan (P1) dan indeks keparahan kemiskinan (P2) menunjukkan peningkatan, baik di daerah perkotaan maupun di daerah perdesaan. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.