Tanjungpinang, (MK) – Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah SH meminta semua pemangku kepentingan secara bersama – sama mendorong upaya pencegahan HIV AIDS.
Hal itu untuk menekan angka penderita yang terus bertambah, salah satunya dengan melakukan sosialisasi pencegahan, mulai dari kalangan pelajar SMP, SMA, SMK hingga masyarakat.
“Guna mencegah meningkatnya angka pengidap HIV/AIDS, maka pelajar dan masyarakat perlu diberikan pemahaman terhadap pencegahan dan faktor penyebab penyakit tersebut,” papar Lis dalam sambutannya diacara Peringatan Hari AIDS Sedunia yang diadakan Dinas Kesehatan Provinsi Kepri di pelataran Gedung Gonggong, Minggu (3/12/2017).
Masih kata Lis, perlu dukungan kuat dari semua kalangan untuk melakukan sosialisasi secara kontinue, agar mereka paham, tahu, dan mengerti bagaimana dampak dari penderita HIV AIDS.
“Pencegahan dinilai semakin penting, karena HIV AIDS adalah salah satu penyakit yang penderitanya cukup banyak. Sebab terkenanya bisa dari berbagai faktor, mulai penggunaan narkoba, jarum suntik, pergaulan bebas atau hubungan intim,” ujar Lis.
Dia mengutarakan, setiap tahun tercatat ada 100 orang dengan HIV AIDS (ODHA) baru di Kota Tanjungpinang, 25 orang diantaranya meninggal dunia. Kendati demikian, menurut Lis tidak semua penderita HIV/ AIDS merupakan warga Tanjungpinang, melainkan 80 persen warga pendatang dari daerah lain.
“Tanjungpinang ini termasuk surga, dalam artian karena toleransi dan keramahan masyarakatnya yang tinggi, sehingga membuat penderita ODHA merasa tidak diasingkan, merasa dihargai sebagai manusia. Mereka itu manusia juga, yang harus kita perhatikan, kalau masyarakat tidak mau menerima mereka, kita tampung di Dinas Sosial. Kalau di daerah lain, mereka di tolak, untuk berobat saja mereka sulit, apalagi berada di tengah – tengah masyarakat,” ucap Lis.
Lis mengakui, penyebaran HIV/ AIDS bisa ditekan kalau semua masyarakat, khususnya pelajar mengetahui sumber penyakit itu sehingga sejak awal sudah dihindari atau diantisipasi. Pencegahan paling efektif adalah dilakukan bekerja sama dengan keluarga yang merupakan orang terdekat.
“Mudah – mudahan, melalui kegiatan ini akan melahirkan duta pencegah HIV AIDS yang nantinya membantu memberikan sosialisasi tentang bahaya virus HIV AIDS, terutama bagi teman – teman di sekolah. Komitmen dalam diri kalian semua, jauhi narkoba dan pergaulan bebas. Bentengi diri dengan Iman dan Taqwa, yakinlah kalian akan maju menjadi generasi muda yang berhasil di masa depan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana menyampaikan saat ini penanggulangan HIV AIDS menghadapi berbagai macam tantangan yang cukup kompleks, sehingga membutuhkan kerja sama dari semua pihak.
“Mulai dari cakupan pencegahan dan pengobatan HIV, penguatan kualitas pelayanan kesehatan, regulasi yang tepat dan efektif, juga penghapusan stigma dan diskriminasi,” ujarnya.
Dia mengemukakan peringatan hari AIDS Sedunia tahun ini, mengusung tema “Saya Berani, Saya Sehat!”. Tema ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap AIDS.
“Maka, saya menghimbau masyarakat, terutama para pelajar agar berani melawan narkoba, berani melaporkan orang yang terlibat narkoba, dan jauhi pergaulan bebas,” ucapnya.
Dalam peringatan ini, siswa – siswi diberi penyuluhan tentang bahaya virus HIV (Human Immunodeficiency Virus), dan penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), serta pencegahan penyakit HIV AIDS oleh Kapolres, Dandim, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, dan Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Kepri.
Acara ini juga diwarnai dengan kuis berhadiah dan doorprize menarik. (Red/ Humas)
