
Tanjungpunang, (MK) – Pertumbuhan ekonomi di Kepri berimbas kepada transportasi laut, khususnya di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang. Pasalnya, selama tiga bulan terakhir, jumlah penumpang di pelabuhan tersebut mengalami penurunan secara drastis.
“Kapal yang berangkat maupun yang datang ke Tanjungpinang biasanya mencapai 70 – 100 orang penumpang setiap kapal,” papar Kepala Pos Pelabuhan SBP Tanjungpinang, Sutrisno kepada sejumlah awak media di ruang tunggu Pelabuhan SBP Tanjungpinang, Senin (28/8/2017).
Tetapi, kata Sutrisno, pada bulan sebelumnya penumpang Tanjungpinang – Batam begitu juga sebaliknya diisi sekitar 50 orang per kapal. Sementara bulan ini hanya bisa mengangkut sebanyak 15 – 25 orang.
“Penurunan penumpang ini sudah terjadi sekitar tiga bulan terakhir, tidak dihitung pas Idul Fitri lalu ya. Turun drastisnya Agustus inilah,” ujarnya.
Menurut Sutrisno, penurunan penumpang saat ini bukan hanya bagi penumpang Tanjungpinang – Batam dan sebaliknya saja, melainkan juga terjadi terhadap semua penumpang antar pulau yang ada di Kepri.
Misalnya, masih kata dia, kapal Super Jet yang biasanya membawa penumpang sekitar 100 orang lebih dan pada bulan ini hanya bisa membawa penumpang paling banyak 60 orang saja.
“Penumpang di Agustus ini saya kira semua mengalami penurunan, baik antar pulau maupun internasional. Itu kapal Baruna yang barusan berangkat hanya diisi 14 orang penumpang saja,” ucapnya.
Hal ini juga dibenarkan oleh Kapten Kapal Marina, Firmansyah. Tiga bulan terkhir ini, kata dia, penumpang kapal mengalami penurunan. Akan tetapi, yang paling parahnya pada Agustus, jika dibandingkan bulan lalu.
“Penurunan penumpang di bulan ini hampir 50 persen. Ini mungkin karena kondisi ekonomi lagi lesu, juga berdampak kepada penumpang,” katanya. (NOVENDRA)
